Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali berada di zona merah pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026), setelah sebelumnya ditutup menguat. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 1,11 persen ke level 6.195,43. Meskipun demikian, penguatan tersebut ternyata diiringi oleh aksi jual bersih (net sell) dari investor asing yang mencapai Rp1,37 triliun.
Sejumlah saham menjadi sasaran utama penjualan asing, antara lain TPIA, ASII, MAPI, BUVA, dan BMRI. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan jual dari luar negeri masih membayangi laju indeks. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam risetnya menyebutkan bahwa IHSG berpotensi kembali mengalami koreksi pada hari ini.
“IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini,” ujar Fanny dalam risetnya, Rabu (3/6/2026).
Fanny memproyeksikan level support IHSG berada di rentang 6.000 hingga 6.100, sementara resistance diperkirakan berada di kisaran 6.200 hingga 6.300. Rentang ini menjadi acuan bagi pelaku pasar untuk mencermati pergerakan indeks dalam jangka pendek.
Di tengah potensi pelemahan, Fanny merekomendasikan enam saham yang dapat menjadi pilihan bagi investor untuk perdagangan hari ini. Keenam saham tersebut adalah DSSA, LSIP, JPFA, KLBF, ESSA, dan BIPI. Masing-masing saham memiliki strategi dan level target yang telah dianalisis secara spesifik.
Untuk saham DSSA, Fanny menyarankan strategi buy if break di level Rp630 dengan target terdekat di Rp670 hingga Rp700. Level cutloss disarankan di bawah Rp600. Sementara itu, saham LSIP direkomendasikan dengan strategi spec buy pada area beli Rp1.260 hingga Rp1.270, dengan target dekat di Rp1.290 hingga Rp1.320 dan cutloss di bawah Rp1.250.
Untuk saham JPFA, strategi yang diberikan adalah buy on weakness pada area beli Rp2.350 hingga Rp2.390. Target dekat saham ini berada di Rp2.440 hingga Rp2.470, dengan cutloss di bawah Rp2.340. Adapun saham KLBF juga masuk dalam kategori spec buy dengan area beli Rp730 hingga Rp745, target dekat Rp755 hingga Rp775, dan cutloss di bawah Rp730.
Selanjutnya, saham ESSA direkomendasikan dengan strategi spec buy pada area beli Rp645 hingga Rp665. Target dekat saham ini berada di Rp680 hingga Rp715, dengan cutloss di bawah Rp645. Terakhir, saham BIPI disarankan dengan strategi buy if break di level Rp180, target dekat Rp185 hingga Rp190, dan cutloss di bawah Rp174.
Artikel Terkait
META Bagikan Dividen Tunai Rp45,32 Miliar untuk Tahun Buku 2025
Wall Street Cetak Rekor Penutupan di Tengah Ketegangan Iran dan Geliat Sektor AI
Lima Saham LQ45 Catat Kinerja Positif Secara Historis di Juni, IHSG Menanti Keputusan MSCI
IHSG Diprediksi Lanjutkan Penguatan di Tengah Optimisme Pasar dan Data Ekonomi Beragam