BGN Kaji Perluasan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah Indonesia di Jeddah

- Selasa, 02 Juni 2026 | 09:45 WIB
BGN Kaji Perluasan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah Indonesia di Jeddah

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tengah mengkaji kemungkinan perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke luar negeri, tepatnya untuk anak-anak sekolah Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Rencana tersebut masih akan dibawa ke meja Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut.

Gagasan ini muncul setelah Dadan melakukan kunjungan langsung ke Sekolah Indonesia Jeddah. Di sana, ia mendapati sekitar 1.081 anak dari kalangan pekerja migran Indonesia tengah menempuh pendidikan. Menurut Dadan, program ini dinilai strategis untuk memberikan harapan baru bagi masa depan anak-anak tersebut.

“Saya diminta datang ke sekolah Indonesia Jeddah di mana di situ ada kurang lebih 1.081 anak-anak pekerja migran yang didik di sekolah Indonesia Jeddah, dan saya kira ini program yang bagus karena bisa membuat anak-anak pekerja migran itu punya harapan masa depan,” ujar Dadan, Selasa (2/6/2026).

Dalam kunjungan itu, sekitar 100 siswa dan 56 guru terlihat antusias menyambut kedatangan Dadan. Ia mengungkapkan bahwa secara spontan, para siswa menyampaikan keinginan untuk menikmati program serupa yang telah berjalan di Indonesia.

“Mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia,” katanya.

Meski demikian, usulan tersebut belum dapat direalisasikan tanpa restu dari kepala negara. Dadan menegaskan bahwa ia akan melaporkan hasil kunjungannya kepada Presiden Prabowo sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Jadi kita tadi datang untuk melihat dan nanti saya akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kita membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di sekolah Indonesia Jeddah,” jelasnya.

Jika terealisasi, program ini direncanakan menjadi proyek percontohan atau pilot project bagi lokasi-lokasi lain yang juga memiliki banyak pekerja migran Indonesia. “Dan juga mungkin nanti ada juga pekerja-pekerja migran di Malaysia dan di kebun-kebun dan sebagainya, ini bisa menjadi suatu pilot project,” tambah Dadan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar