Persebaya Pangkas Lima Pemain Asing, Kapten Bruno Moreira Pamit di Tengah Revolusi Skuad

- Rabu, 03 Juni 2026 | 09:00 WIB
Persebaya Pangkas Lima Pemain Asing, Kapten Bruno Moreira Pamit di Tengah Revolusi Skuad

Pelatih Bernardo Tavares memulai babak baru bagi Persebaya Surabaya dengan melakukan pembersihan besar-besaran di skuad asing menjelang musim 2026/2027. Lima pemain asing didepak sekaligus, dan kepergian sang kapten, Bruno Moreira, menjadi puncak dari gelombang eksodus yang menandai dimulainya revolusi demi membangun Green Force yang lebih kompetitif.

Kepergian Bruno Moreira diumumkan secara resmi pada Selasa (2/6/2026) melalui unggahan penuh emosi di akun Instagram pribadinya. Winger asal Brasil berusia 27 tahun itu telah menjadi salah satu ikon klub selama empat musim terakhir. “Empat tahun bersama klub ini, kota ini, dan para penggemar ini. Jika saya bisa mengubah apa pun tentang perjalanan ini, akankah saya? Sama sekali tidak,” tulis Bruno dalam pesan perpisahannya.

Di balik keputusan berat tersebut, terdapat sejumlah pertimbangan pribadi dan profesional. Bruno dikabarkan memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan karier di luar Indonesia dan merasakan atmosfer kompetisi tertinggi Asia, yakni ACL Elite. Karena tidak ada klub Indonesia yang tampil di ajang tersebut musim depan, peluang itu harus dicari di luar negeri. Faktor pribadi turut menjadi pertimbangan lain yang membuatnya mantap hengkang, bahkan tawaran kontrak baru dengan nominal lebih tinggi dari Persebaya tidak mampu mengubah pendiriannya.

Kepergian Bruno meninggalkan catatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Sepanjang musim 2025/2026, ia tampil dalam 28 pertandingan liga dengan kontribusi 12 gol dan delapan assist. Jika ditarik sejak musim 2021/2022, Bruno telah mencatatkan 119 pertandingan liga bersama Green Force, dengan total 39 gol dan 18 assist. Performa konsisten itu turut mendongkrak nilai pasarnya hingga menyentuh angka Rp7,82 miliar. Tak heran jika sosok Bruno dianggap sebagai simbol perjuangan Persebaya dalam beberapa musim terakhir.

Sebelum Bruno Moreira mengucapkan salam perpisahan, empat pemain asing lainnya telah lebih dahulu meninggalkan Persebaya. Bruno Paraiba menjadi nama pertama yang memastikan perpisahan. Penyerang asal Brasil tersebut mengungkapkan bahwa cedera yang membuatnya menepi hampir dua bulan menjadi salah satu faktor utama berakhirnya kerja sama. Meski hanya tampil dalam 11 pertandingan, Bruno Paraiba tetap mampu menyumbang lima gol dan dua assist. Sayangnya, masalah kebugaran membuat kiprahnya di Surabaya tidak berlangsung lama.

Sementara itu, Gustavo Fernandes juga harus mengakhiri petualangannya setelah hanya setengah musim berseragam Green Force. Bek tengah yang datang pada Januari 2026 tersebut mencatatkan 11 penampilan dengan torehan satu gol. Nasib serupa dialami Pedro Matos. Gelandang asal Portugal itu hanya mendapatkan 12 kesempatan bermain dengan total 570 menit sebelum akhirnya dilepas pada penghujung musim. Dalam pesan perpisahannya, Pedro mengakui tidak semua rencana berjalan sesuai harapan, namun ia tetap merasa bangga pernah menjadi bagian dari Persebaya.

Milos Raickovic menjadi pemain asing terakhir yang mengumumkan kepergiannya sebelum Bruno Moreira. Gelandang asal Montenegro tersebut termasuk pemain yang memiliki kontribusi cukup besar sepanjang musim 2025/2026. Ia tampil dalam 33 pertandingan dengan sumbangan tiga gol dan empat assist. Total 2.618 menit bermain menunjukkan betapa pentingnya peran Milos di sektor tengah Persebaya. Dalam pesan yang diunggah pada Senin (1/6), Milos mengungkapkan rasa bangga pernah membela salah satu klub terbesar di Indonesia. “Sungguh suatu kehormatan dan hak istimewa untuk mengenakan seragam Persebaya,” tulis Raickovic. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Bonek dan Bonita yang selalu menghadirkan atmosfer luar biasa di setiap pertandingan.

Kepergian lima pemain asing sekaligus menjadi bukti bahwa Persebaya tengah memasuki fase pembentukan ulang skuad. Evaluasi besar tampaknya dilakukan setelah tim menutup musim dengan kemenangan telak 5-0 atas Persik Kediri. Hingga saat ini, baru Francisco Rivera dan Jefferson Silva yang dipastikan tetap menjadi bagian dari skuad musim depan. Sementara nasib beberapa pemain asing lainnya masih menunggu keputusan manajemen. Dengan lima slot pemain asing yang kini kosong, Bernardo Tavares memiliki keleluasaan besar untuk mendatangkan amunisi baru. Bursa transfer mendatang diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi Green Force untuk membangun kekuatan baru dan meningkatkan daya saing dalam perburuan prestasi musim 2026/2027.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar