FIFA Jual Potongan Rumput Lapangan Piala Dunia 2026 Seharga Rp54 Juta

- Senin, 20 Juli 2026 | 20:45 WIB
FIFA Jual Potongan Rumput Lapangan Piala Dunia 2026 Seharga Rp54 Juta

FIFA resmi menjual potongan rumput lapangan Piala Dunia 2026 sebagai suvenir eksklusif dengan harga mencapai 3.000 dolar AS atau sekitar Rp54 juta per unit. Program bertajuk "2026 FIFA World Cup Piece of the Pitch" ini memungkinkan penggemar membawa pulang sepotong kenangan dari stadion final di MetLife, New Jersey.

Potongan rumput tersebut dikemas dalam wadah akrilik eksklusif dan dilengkapi sertifikat keaslian dari FIFA. Untuk edisi termahal, pembeli juga mendapatkan replika trofi dan bola final Adidas Trionda. Sementara itu, edisi dasar dibanderol 450 dolar AS atau sekitar Rp8,1 juta.

"Rayakan panggung terbesar sepak bola melalui koleksi potongan lapangan Piala Dunia 2026. Pilih empat edisi eksklusif yang berisi fragmen asli lapangan turnamen dan diawetkan sebagai barang koleksi bersejarah dari ajang terbesar sepak bola," tulis FIFA dalam laman resminya.

Rumput Khusus dari North Carolina

Rumput yang digunakan di Piala Dunia 2026 didatangkan langsung dari North Carolina dan dipasang pada awal Mei 2026. FIFA mewajibkan penggunaan rumput alami dan telah mengeluarkan lebih dari 5 juta dolar AS untuk mengembangkan teknologi rumput yang tahan berbagai cuaca. Teknologi tersebut meliputi campuran rumput Kentucky bluegrass dan ryegrass abadi, sistem transfer hamparan rumput menggunakan lembaran plastik, serta rumput hibrida yang diperkuat serat.

Di Seattle, tim menanam rumput di atas enam inci pasir yang ditumpuk di atas rumput sintetis lama. Pakar rumput FIFA, Trey Rogers, menjelaskan bahwa lapisan tersebut membuat pemain hanya merasakan reaksi rumput alami. Sementara itu, pemasangan rumput di BC Place Vancouver melibatkan alat khusus seperti truk pendingin dan mesin panen.

"Peralatan sangat khusus digunakan untuk memanen rumput menjadi gulungan raksasa," jelas tim lapangan.

Pro dan Kontra

Program ini menuai pro dan kontra. Sejumlah pemain Piala Dunia 2026 sebelumnya mengeluhkan rumput yang kering dan sulit dimainkan. Di sisi lain, banyak penggemar menyayangkan harga yang dinilai terlalu mahal. Namun, bagi kolektor, potongan rumput ini dianggap sebagai harta karun yang berharga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags