Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 32.389 buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka ini merupakan akumulasi data bulanan dengan puncak kasus terjadi pada Februari lalu.
Berdasarkan laporan Kemnaker, jumlah pekerja yang terdampak PHK pada Januari mencapai 5.898 orang. Lonjakan terjadi pada Februari dengan 7.692 orang, disusul Maret sebanyak 6.593 orang. Memasuki kuartal kedua, angka PHK pada April tercatat 6.982 orang, Mei 4.636 orang, dan Juni 588 orang.
Secara geografis, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus PHK tertinggi. Sebanyak 6.727 pekerja atau 20,77 persen dari total nasional kehilangan pekerjaan di provinsi tersebut selama semester pertama tahun ini.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyoroti perbedaan data di lapangan. Menurutnya, jumlah pekerja yang terdampak PHK hingga pertengahan tahun ini sebenarnya telah mencapai sekitar 43.000 orang. Angka itu diprediksi terus bertambah seiring pembaruan laporan dari berbagai daerah yang dihimpun Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
KSPI mencatat sejumlah perusahaan besar melakukan efisiensi tenaga kerja pada Mei 2026. Di Kabupaten Serang, PT Nikomas Gemilang melakukan PHK terhadap 279 pekerja, PT Parkland World Indonesia 2 terhadap 223 pekerja, dan PT Sinhwa Bis terhadap 176 pekerja. Sektor otomotif di Jawa Timur, seperti showroom dan bengkel Toyota Asri Motor, juga dilaporkan memangkas sekitar 200 karyawan.
Pelemahan daya saing di sektor manufaktur dinilai menjadi faktor utama efisiensi yang dilakukan banyak perusahaan. Hal itu tercermin dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang berada di level 46,9, menurun tajam dibandingkan posisi 50,0 pada Mei 2025.
Artikel Terkait
Kapolda Jabar Luncurkan Gerakan Jaga Rawat Jawa Barat untuk Perkuat Ekosistem Keamanan
Kemensos dan Kementerian PKP Verifikasi Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat di Jawa Barat
Komisi IX Dorong Pekerja Korban PHK Jadi Prioritas Penempatan PMI
Dedi Mulyadi: Anak Terlalu Lama Main Gawai Rentan Kena Gagal Ginjal dan Diabetes