Meteor Meledak di Langit AS Timur Laut, Guncang Rumah Warga Tanpa Timbulkan Korban

- Selasa, 02 Juni 2026 | 08:30 WIB
Meteor Meledak di Langit AS Timur Laut, Guncang Rumah Warga Tanpa Timbulkan Korban

Sebuah meteor yang melesat dengan kecepatan luar biasa menabrak atmosfer Bumi dan memicu ledakan dahsyat di wilayah timur laut Amerika Serikat, Sabtu (30/5/2026) waktu setempat. Peristiwa tersebut menghasilkan dentuman yang menggema hingga membuat warga di sejumlah kawasan panik.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengungkapkan bahwa meteor itu bergerak dengan kecepatan sekitar 120.700 kilometer per jam sebelum akhirnya pecah di atmosfer pada ketinggian kurang lebih 64 kilometer. Ledakan yang ditimbulkan memiliki kekuatan setara dengan 300 ton TNT, cukup dahsyat untuk mengguncang rumah-rumah di beberapa daerah.

Fenomena ini terjadi di atas wilayah timur laut Negara Bagian Massachusetts dan tenggara New Hampshire, tepatnya pada pukul 14.06 waktu setempat. Wakil Kepala Pemberitaan NASA, Jennifer Dooren, menegaskan bahwa objek tersebut merupakan meteor alami yang memasuki atmosfer Bumi.

“Bola api ini tidak terkait dengan hujan meteor aktif saat ini, tapi merupakan objek alami dan bukan sampah luar angkasa atau satelit yang masuk kembali ke Bumi,” ujar Dooren kepada AFP.

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti, peristiwa ini menyita perhatian publik. Banyak pengguna media sosial melaporkan suara dentuman yang sangat keras, bahkan cukup kuat untuk mengguncang rumah-rumah di sejumlah kawasan.

Sementara itu, peristiwa ini mengingatkan kembali pada insiden meteor yang jauh lebih dahsyat di Rusia pada 2013. Saat itu, sebuah bola api raksasa melintas di atas Chelyabinsk sebelum meledak pada ketinggian sekitar 22,5 kilometer. Ledakan yang dihasilkan diperkirakan setara dengan 440.000 ton TNT, jauh lebih besar dibandingkan ledakan meteor di AS yang hanya sekitar 300 ton TNT.

Ledakan di Chelyabinsk menghancurkan jendela di area seluas lebih dari 518 kilometer persegi dan melukai lebih dari 1.600 orang. Sebagian besar korban mengalami luka akibat terkena pecahan kaca yang beterbangan setelah gelombang kejut menghantam bangunan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar