Bulog Serap 3 Juta Ton Gabah dan Beras, Capai 75 Persen Target Nasional

- Kamis, 04 Juni 2026 | 02:20 WIB
Bulog Serap 3 Juta Ton Gabah dan Beras, Capai 75 Persen Target Nasional

Perum Bulog mencatat realisasi serapan gabah dan beras dari petani telah mencapai 3,01 juta ton hingga awal Juni 2026. Angka tersebut setara dengan 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah untuk tahun ini.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut capaian itu menjadi tonggak penting dalam pengadaan pangan nasional. Menurutnya, Bulog berhasil menyerap sekitar tiga perempat target tahunan dalam waktu kurang dari enam bulan.

“Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, Bulog telah berhasil menyerap 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Rizal dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).

Ia menjelaskan, tingginya serapan tersebut menjadi bukti efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah. Kepastian pasar bagi petani di berbagai daerah tercipta melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Di sisi lain, keberhasilan serapan ini berdampak langsung terhadap penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Rizal mengungkapkan, stok beras yang dikelola Bulog saat ini berada pada level tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional, yakni telah melampaui 5 juta ton.

Jumlah tersebut memberikan jaminan ketersediaan pangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kebutuhan pemerintah. Mulai dari stabilisasi harga, pelaksanaan bantuan pangan, hingga mitigasi potensi bencana dan gejolak pasar.

Rizal optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan sebelum akhir tahun. “Bulog akan terus berada di garis depan menjaga pangan Indonesia. Keberhasilan serapan mencapai 3 juta ton ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” tutupnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar