Otoritas Arab Saudi terpaksa menghentikan operasional Bandara Najran setelah kelompok Houthi Yaman melancarkan serangan drone pada Selasa (4/8/2026). Serangan tersebut menghantam radar utama bandara, sehingga mengganggu kelancaran penerbangan.
Menurut sumber pejabat di negara kawasan yang dikutip AFP, serangan drone Houthi tersebut merusak radar utama Bandara Najran, yang berdampak langsung pada operasional penerbangan. Situs web bandara pun menampilkan status "tidak diketahui" untuk sejumlah penerbangan yang dijadwalkan dalam beberapa hari ke depan.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Bandara Najran sendiri terletak di dekat perbatasan Yaman dan hanya memiliki satu terminal yang melayani beberapa penerbangan per hari.
Latar Belakang Serangan
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi terbaru antara Arab Saudi dan Houthi. Kelompok yang didukung Iran tersebut, pada bulan lalu, mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Sejak itu, Houthi mengklaim telah melancarkan beberapa serangan terhadap kapal tanker minyak serta infrastruktur Saudi. Sebagai respons, Arab Saudi melakukan serangan terhadap posisi-posisi Houthi.
Pertempuran yang meletus sejak Juli ini menandai pertama kalinya Arab Saudi dan Houthi saling serang setelah menyepakati gencatan senjata pada 2022. Sebelumnya, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan bahwa kelompoknya menargetkan sasaran sensitif di Bandara Najran menggunakan drone. Serangan itu, menurutnya, merupakan respons atas pelanggaran wilayah udara oleh Saudi di Provinsi Saada dan Hajjah.
Artikel Terkait
Houthi Klaim Serang Bandara Najran, Penerbangan Sempat Terhenti
Patung Figuratif Wanita di Pameran Desert X AlUla Picu Kontroversi
Kemenhaj Dorong Kemitraan Indonesia-Arab Saudi Perkuat Rantai Pasok Haji
Arab Saudi Bentuk Koalisi Maritim Multinasional untuk Amankan Laut Merah