Pemerintah Yaman menutup sementara pelabuhan Mokha setelah diserang lebih dari 25 rudal oleh kelompok militan Houthi. Serangan yang terjadi pada akhir pekan ini menewaskan tujuh orang dan menyebabkan kerugian hingga 16 juta dolar AS.
Menurut laporan yang diterima, Houthi meluncurkan enam rudal balistik ke arah Mokha, kota pelabuhan strategis di Laut Merah. Juru bicara Angkatan Bersenjata Houthi, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengklaim serangan tersebut menyasar konsentrasi pasukan dan persenjataan militer Saudi, serta kapal-kapal militer milik pihak proksi dan tentara bayaran di Mokha.
Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dari Houthi, yang dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan agresi terhadap sekutu AS dan kapal-kapal di kawasan tersebut. Houthi dikenal sebagai salah satu milisi terkuat yang didukung Iran di Timur Tengah.
Konteks Konflik
Houthi telah terlibat dalam konflik regional sejak Maret, atau sebulan setelah Israel dan AS menyerang Iran. Saat itu, mereka menembakkan rudal ke arah Israel. Bulan ini, kelompok tersebut juga terlibat baku tembak dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan menyerang Arab Saudi, yang mengakhiri gencatan senjata de facto selama empat tahun dengan kerajaan Saudi.
Peningkatan konflik ini terjadi di tengah kondisi keamanan maritim yang tidak stabil di Selat Hormuz dan Laut Merah, yang menjadi jalur pelayaran vital bagi perdagangan global.
Artikel Terkait
Kapal Berisi 3 WNI Diserang Drone di Yaman, Satu Dikabarkan Meninggal
Pakistan Kecam Serangan Houthi yang Tewaskan Tiga Warga Negaranya di Laut Merah
Enam Tewas dalam Serangan Houthi di Selat Bab al-Mandeb, Satu WNI Jadi Korban
Serangan Drone di Yaman Lukai Dua ABK WNI, Satu Dikabarkan Tewas