Pemerintah Pakistan mengecam keras serangan kelompok pemberontak Houthi terhadap sebuah kapal komersial di Laut Merah yang menewaskan tiga warga negara mereka. Insiden ini memicu keprihatinan mendalam di Islamabad dan menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh.
Otoritas penjaga pantai Yaman melaporkan pada Selasa (11/8) bahwa serangan yang didukung Iran tersebut menewaskan enam orang, termasuk tiga warga Pakistan dan satu warga negara Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi dari pihak Houthi mengenai serangan tersebut.
Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, membenarkan kabar duka itu melalui unggahan di media sosial X. "Saya telah mengetahui dengan keprihatinan mendalam tentang insiden yang disayangkan ini," tulisnya, seraya menambahkan bahwa satu warga Pakistan lainnya juga mengalami luka-luka. "Pakistan mengutuk keras serangan Houthi terhadap kapal komersial non-tempur," tegas Dar.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya keterlibatan berbagai pihak dalam konflik Timur Tengah. Pakistan sendiri memiliki pakta pertahanan dengan Arab Saudi, yang pekan lalu diperluas dengan memasukkan Turki. Selain itu, Islamabad juga berperan sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat dalam upaya mencari solusi atas ketegangan kedua negara.
Sejumlah analis menilai, insiden ini menjadi ujian bagi Pakistan untuk menjaga netralitasnya di tengah konflik yang semakin meluas. Dengan adanya korban jiwa dari serangan Houthi, tekanan domestik dan internasional terhadap Islamabad diperkirakan akan meningkat.
Artikel Terkait
Enam Tewas dalam Serangan Houthi di Selat Bab al-Mandeb, Satu WNI Jadi Korban
Kapal Kargo Diserang di Laut Merah, Satu WNI Jadi Korban
Houthi Serang Kapal Dagang di Selat Bab el-Mandeb, Tiga Orang Tewas
Serangan Houthi ke Pangkalan Militer Pemerintah di Yaman Tewaskan 30 Tentara