Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap sebuah kapal kargo di dekat Selat Bab al-Mandeb, lepas pantai Yaman, menewaskan sedikitnya enam orang, termasuk satu warga negara Indonesia (WNI). Insiden ini terjadi dalam dua gelombang serangan, dengan korban jiwa berasal dari awak kapal dan tim penyelamat.
Penjaga pantai dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengidentifikasi kapal tersebut sebagai MV Tihamah. Dalam serangan awal, empat awak kapal tewas, terdiri dari tiga warga Pakistan dan satu WNI. "Serangan awal terhadap kapal menyebabkan kebakaran di atas kapal dan menimbulkan kerusakan besar, selain menyebabkan kematian dan luka-luka di antara awaknya, termasuk tiga warga Pakistan dan satu warga Indonesia yang tewas," demikian pernyataan penjaga pantai.
Dua korban jiwa lainnya adalah anggota pasukan yang dikerahkan dalam operasi penyelamatan. Mereka tewas ketika rudal menghantam lokasi evakuasi saat tim tengah berupaya mengevakuasi awak kapal. "Serangan itu menghantam lokasi operasi penyelamatan dan mengakibatkan kematian serta luka-luka di antara pasukan yang terlibat dalam operasi tanggap darurat," kata penjaga pantai.
Secara keseluruhan, sedikitnya 10 orang dilaporkan terluka dalam rangkaian serangan tersebut. Media yang berafiliasi dengan Houthi kemudian melaporkan bahwa kelompok itu memang menargetkan kapal di Selat Bab al-Mandeb pada Selasa (11/8), dengan klaim kapal tersebut membawa peralatan militer milik Arab Saudi.
Klarifikasi Kementerian Luar Negeri
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membenarkan adanya tiga anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang menjadi korban dalam insiden ini. Ketiganya berada di MV Tihamah yang diserang drone Houthi. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan bahwa satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan.
"Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi," ujar Heni di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Ia memastikan KBRI Muscat terus memantau perkembangan, khususnya setelah terhubung dengan ABK WNI di kapal tersebut. Adapun kapal itu membawa total 11 ABK, terdiri dari delapan warga Pakistan dan tiga WNI.
Artikel Terkait
Serangan Drone di Yaman Lukai Dua ABK WNI, Satu Dikabarkan Tewas
Kapal Kargo Diserang di Laut Merah, Satu WNI Jadi Korban
Houthi Serang Kapal Dagang di Selat Bab el-Mandeb, Tiga Orang Tewas
Gempa Dahsyat Guncang Kolombia, 111 Tewas dan Seluruh WNI Dilaporkan Aman