Kementerian Kebudayaan terus memantau kondisi aset budaya di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) pagi. Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan pemantauan dilakukan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang berada di daerah terdampak.
“Kita tentu sangat prihatin dan kita berduka cita saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang mengalami musibah gempa,” kata Fadli saat ditemui di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (16/8).
“Kita terus memonitor melalui Balai Pelestarian Kebudayaan yang ada di sana,” lanjutnya.
Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kerusakan rumah adat di wilayah terdampak gempa. Fadli mengatakan, kondisi tersebut juga terus dipantau apabila nantinya terdapat laporan tambahan.
“Sejauh ini, kita sejak kemarin juga memonitor terutama yang terkait dengan bidang kebudayaan. Rumah-rumah adat relatif belum ada laporan kerusakan,” kata Fadli.
Meski demikian, risiko kerusakan tetap berpeluang terjadi karena mayoritas rumah adat di NTT terbuat dari kayu yang rentan terhadap bencana gempa. “Karena banyak rumah adat itu terbuat dari kayu. Sejauh ini ya nanti kalau ada laporan tambahan nanti bisa kita lihat,” sambungnya.
Keadaan Cagar Budaya Relatif Aman
Fadli menyebut sejumlah cagar budaya yang berada di sekitar lokasi gempa sejauh ini dalam kondisi relatif aman. “Cagar-cagar budaya juga yang ada di sekitar lokasi gempa juga relatif aman,” ujarnya.
Sebelumnya, gempa tektonik mengguncang wilayah Flores, NTT pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. BMKG kemudian memutakhirkan magnitudo gempa menjadi 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer dan episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri BMKG pada pukul 07.30 WIB.
Artikel Terkait
Wamensos Ajak Pengelola Humas Sekolah Rakyat Doakan Korban Bencana NTT
Gempa M5,2 Guncang Ruteng, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Relawan Bantuan Gempa NTT Meninggal Saat Bertugas
Mentan Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Cukup hingga Setahun