Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kebutuhan beras bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat mencukupi. Bahkan, stok yang tersedia disebut mampu memenuhi kebutuhan pengungsi hingga satu tahun ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Amran saat meninjau langsung penanganan bencana di NTT, Rabu (19/8). Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir kekurangan pangan karena pasokan beras dapat segera dikirim kapan pun dibutuhkan tanpa menunggu proses administrasi yang panjang.
“Hari ini kami sampaikan ke posko, tidak usah menunggu surat. Bila ada butuh beras, langsung kirim. Jadi insyaallah tidak akan ada kekurangan,” kata Amran dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (22/8).
Amran merinci stok beras nasional mencapai 5,2 juta ton, sementara stok di NTT sekitar 39 ribu ton. Berdasarkan kalkulasi pemerintah, jumlah pengungsi mencapai sekitar 34.600 orang dengan kebutuhan sekitar 300 ton beras per bulan.
“Stok beras nasional kita 5,2 juta ton, stok kita di NTT 39 ribu ton. Jadi ini stok kita sangat banyak, sampai satu tahun ke depan sangat cukup. Jadi jangan khawatir, makan beras itu tidak bisa ditunda,” jelasnya.
Kepastian ketersediaan pangan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah bergerak cepat memastikan masyarakat terdampak bencana tidak mengalami kekurangan pangan.
Bantuan untuk Empat Kabupaten
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah menyiapkan 200 ton beras khusus untuk Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan untuk empat kabupaten terdampak gempa di NTT dengan total bantuan beras mencapai 5.386 ton, terdiri atas bantuan bencana dan bantuan pangan reguler senilai sekitar Rp 75,4 miliar.
Amran meminta pemerintah daerah tidak ragu mengajukan kebutuhan pangan masyarakat. Gudang pangan akan dibuka selama 24 jam sehingga distribusi dapat dilakukan segera ketika bantuan dibutuhkan. Seluruh beras bantuan dipastikan diberikan secara gratis.
Selain beras, pemerintah menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa minyak goreng, gula, dan mi instan. Sebanyak 35 truk bantuan disiapkan untuk menjangkau wilayah terdampak.
Pemulihan Sektor Pertanian
Kementan juga akan membantu masyarakat kembali berproduksi melalui perbaikan sawah dan jaringan irigasi tersier yang rusak, penyediaan benih gratis, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).
“Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier, kita akan perbaiki. Itu ditanggung pemerintah pusat, kami yang jamin. Jadi diperbaiki sawahnya, dikirim alsintan,” kata Amran.
Penggantian tanaman perkebunan yang rusak, termasuk kopi, kakao, dan kelapa juga disiapkan. Langkah tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya terlindungi kebutuhan pangannya selama masa tanggap darurat, tetapi juga dapat segera kembali memperoleh penghasilan.
“Kopi, kakao, kelapa, itu juga kita ganti. Sekarang sudah ada anggarannya. Itu adalah perintah Bapak Presiden,” ujarnya.
Amran meminta seluruh jajaran mempercepat pelayanan bagi masyarakat terdampak dengan memangkas prosedur yang tidak diperlukan. Pengajuan bantuan petani dapat disampaikan baik melalui pemerintah daerah maupun Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Pemerintah akan terus memastikan ketersediaan pangan sekaligus memulihkan mata pencaharian masyarakat hingga kondisi kembali normal. “Pangan, beras, kita jamin. Pemerintah jamin,” tegas Amran.
Artikel Terkait
Wamensos Ajak Pengelola Humas Sekolah Rakyat Doakan Korban Bencana NTT
Gempa M5,2 Guncang Ruteng, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Relawan Bantuan Gempa NTT Meninggal Saat Bertugas
Relawan Kemanusiaan Ahmad Zaki Ali Wafat saat Membantu Korban Gempa NTT