Bursa Asia Terkoreksi Akibat Eskalasi Konflik AS-Iran, Nikkei dan Kospi Tertekan

- Kamis, 04 Juni 2026 | 09:20 WIB
Bursa Asia Terkoreksi Akibat Eskalasi Konflik AS-Iran, Nikkei dan Kospi Tertekan

Bursa saham Asia dibuka lebih rendah pada Kamis (4/6/2026) setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meredam optimisme investor di kawasan. Indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI tercatat turun 0,8 persen pada awal perdagangan, mencerminkan kekhawatiran yang meluas terhadap ketegangan geopolitik yang memanas.

Indeks Nikkei 225 Jepun merosot 1,3 persen, sementara Kospi Korea Selatan mengalami penurunan lebih dalam, yakni 2 persen pada sesi pembukaan. Pelemahan ini tidak terlepas dari tekanan yang juga melanda bursa Wall Street sehari sebelumnya. Indeks S&P 500 ditutup turun 0,74 persen, Dow Jones Industrial Average melemah 1,21 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,89 persen.

Para pelaku pasar bereaksi terhadap bentrokan baru antara Washington dan Teheran yang memicu kekhawatiran akan risiko inflasi akibat lonjakan harga energi. Ketidakpastian politik di Amerika Serikat turut menjadi perhatian setelah Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pembatasan tindakan militer terhadap Iran, meskipun proposal tersebut diperkirakan akan diveto oleh Presiden Donald Trump.

Di sisi lain, harga minyak menunjukkan sedikit penurunan setelah Lebanon dan Israel sepakat menerapkan gencatan senjata. Kesepakatan itu menghidupkan kembali harapan akan keberhasilan upaya diplomasi di kawasan Timur Tengah. Minyak mentah Brent turun 0,7 persen menjadi 97,12 dolar AS per barel, setelah sebelumnya naik sekitar 2 persen pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, harga emas justru mencatatkan kenaikan 0,5 persen menjadi 4.455,71 dolar AS per ons. Lonjakan ini menunjukkan bahwa investor mulai beralih ke aset safe-haven di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar