PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) menjadi saham dengan penurunan jumlah investor terdalam pada Juni 2026. Bank digital itu kehilangan 5.051 Single Investor Identification (SID) atau setara 5,44 persen dalam sebulan. Dalam tiga bulan terakhir, saham SUPA telah ditinggalkan 18,26 persen investornya.
Di urutan kedua, PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) kehilangan 4.256 SID atau turun 8,28 persen. Posisi ketiga ditempati PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) milik Happy Hapsoro, dengan penurunan 3.656 SID atau berkurang 4,63 persen. Selanjutnya, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) kehilangan 3.342 SID atau turun 2,06 persen.
Deretan saham lain yang masuk daftar penurunan investor terdalam adalah PT BTEL (3.164 SID), PT HUMI (3.030 SID), PT JKON (2.875 SID), PT TINS (2.220 SID), PT AMRT (2.134 SID), dan PT RLCO (1.885 SID).
Secara persentase, penurunan terdalam terjadi pada PT Organon Pharma Indonesia Tbk (SCPI) yang jumlah investornya menyusut 96,10 persen. Emiten ini tengah berencana go private atau delisting sukarela. Disusul PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) dengan penurunan 90,01 persen dalam sebulan dan 81,66 persen dalam tiga bulan.