Minyak Mentah Tembus 90 Dolar AS per Barel, Dipicu Eskalasi Konflik Timur Tengah

- Senin, 20 Juli 2026 | 08:12 WIB
Minyak Mentah Tembus 90 Dolar AS per Barel, Dipicu Eskalasi Konflik Timur Tengah

Harga minyak mentah melonjak lebih dari 3 persen pada Senin (20/7), dengan Brent menembus level 90 dolar AS per barel, setelah Amerika Serikat dan Iran memperluas serangan di Timur Tengah yang mengancam pengiriman energi melalui Selat Hormuz. Brent naik 2,69 dolar AS atau 3,05 persen menjadi 90,79 dolar AS per barel, harga tertinggi sejak 11 Juni. Kenaikan ini melanjutkan tren pekan lalu yang melonjak 15,9 persen kenaikan mingguan terbesar sejak April.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik 2,19 dolar AS atau 2,65 persen menjadi 84,68 dolar AS per barel, tertinggi sejak 12 Juni. Kontrak bulan terdekat WTI menguat 15,5 persen sepanjang pekan lalu, menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret.

Di sisi lain, harga batu bara ICE Newcastle untuk kontrak Juli 2026 naik 0,15 persen menjadi 129,25 dolar AS per ton pada penutupan Jumat (17/7). Sementara harga minyak kelapa sawit (CPO) justru turun 0,20 persen menjadi 4.565 ringgit Malaysia per ton.

Untuk logam, harga nikel di London Metal Exchange (LME) turun 1,17 persen menjadi 16.691 dolar AS per ton. Sedangkan harga timah naik tipis 0,14 persen dan menetap di 53.230 dolar AS per ton.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags