Iran menyatakan telah menghentikan dua kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin pada Minggu (19/7). Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait penguasaan jalur pelayaran strategis tersebut.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut total ada empat kapal yang berupaya keluar dari Selat Hormuz melalui jalur yang dinilai tidak aman. Dalam pernyataannya, IRGC menuding Amerika Serikat berada di balik insiden itu.
"Empat kapal pelanggar, dengan dukungan dan provokasi teroris Amerika, berupaya mengganggu situasi dan keluar dari Selat Hormuz melalui jalur yang tidak aman. Dua di antaranya mengalami insiden dan dihentikan di lokasi," demikian pernyataan IRGC. Dua kapal lainnya membatalkan pelayaran setelah insiden tersebut.
Klaim Iran itu muncul setelah AS merampungkan gelombang serangan ke Iran selama delapan malam berturut-turut. Menurut Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), serangan terbaru menyasar fasilitas pengawasan pesisir, sistem pertahanan udara, serta kemampuan rudal dan drone Iran untuk melemahkan kapabilitas militernya.
Artikel Terkait
Iran Laporkan Serangan AS di Lokasi Pembangunan PLTN Darkhovin, IAEA Turun Tangan
Iran Kembali Serang Infrastruktur Vital Kuwait, Dua Hari Beruntun
Trump Tak Peduli Lagi dengan Kesepakatan Damai AS-Iran
Kuwait Cegat Rudal dan Drone Iran, Ketegangan Meluas