Skandal eFishery Seret Dana Pensiun Malaysia, MACC Mulai Investigasi

- Minggu, 19 Juli 2026 | 06:30 WIB
Skandal eFishery Seret Dana Pensiun Malaysia, MACC Mulai Investigasi

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkap bahwa kasus manipulasi laporan keuangan oleh startup akuakultur asal Indonesia, eFishery, telah merugikan Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), lembaga dana pensiun pegawai negeri Malaysia. Kini, investigasi resmi tengah berlangsung.

Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) telah memulai penyelidikan atas skandal yang melibatkan dana pensiun tersebut. Kepala Komisaris MACC Abdul Halim Aman menegaskan bahwa proses akan berjalan adil dan transparan. "Penyelidikan akan dilakukan secara adil, transparan, dan tidak memihak sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya. Tim penyelidik telah dibentuk sejak Jumat untuk mempelajari kasus ini secara menyeluruh. Ia meminta publik tidak berspekulasi agar tidak mengganggu integritas proses.

Kasus ini merupakan perkembangan terbaru dari dugaan penipuan senilai sekitar USD 300 juta yang menyebabkan kejatuhan eFishery, salah satu startup paling terkenal di Asia Tenggara. Pada April lalu, Indonesia telah menjatuhkan hukuman sembilan tahun penjara kepada pendiri eFishery, Gibran Huzaifah.

Kerugian KWAP dan Investor Lain

KWAP menginvestasikan sekitar RM 163,4 juta atau sekitar USD 40 juta di eFishery, yang mewakili 2,51 persen kepemilikan saham. "KWAP merupakan pemegang saham minoritas, sementara mayoritas saham perusahaan dimiliki investor lain, termasuk sejumlah investor institusi global besar yang juga terdampak oleh tindakan pelanggaran tersebut," kata pernyataan KWAP. Mereka terus menempuh langkah-langkah untuk memaksimalkan pemulihan nilai investasi.

Selain KWAP, kebangkrutan eFishery juga merugikan investor ternama seperti SoftBank Group Corp dan Temasek Holdings. Permasalahan mulai terungkap setelah dewan direksi menemukan dugaan bahwa eFishery melebih-lebihkan pendapatan dan laba selama beberapa tahun. Skandal ini memicu pengawasan lebih ketat terhadap regulasi dan standar uji tuntas di pasar modal ventura Asia Tenggara.

Pertanyaan Parlemen dan Jawaban Anwar

Anggota parlemen Wong Chen mempertanyakan pertanggungjawaban dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait persetujuan investasi yang merugikan. Menjawab hal itu, Anwar menjelaskan bahwa keputusan investasi KWAP telah melalui proses due diligence dan tata kelola yang berlaku, termasuk laporan keuangan yang diaudit auditor berakreditasi internasional. Konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen sebelum menyetujui investasi.

"Para investor ini juga memiliki proses penilaian investasi, tata kelola, dan pengendalian yang diakui secara internasional," kata Anwar. Setelah dugaan penipuan terungkap, konsorsium investor telah mengambil langkah hukum, upaya pemulihan dana, serta memperkuat sistem pengendalian investasi internal.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags