Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa setiap warga negara Israel yang ditemukan di Malaysia akan segera dideportasi. Pernyataan ini disampaikan di tengah penyelidikan atas dugaan keterlibatan seorang warga Israel dalam operasi komunitas perumahan pribadi di Johor, Malaysia selatan.
“Jika kami menemukan warga negara Israel, kami akan segera mendeportasi mereka karena kami tidak mengakui Israel,” kata Anwar pada Rabu (15/7/2026).
Malaysia tidak mengakui keberadaan negara Israel. Pemegang paspor Israel dilarang masuk tanpa izin khusus pemerintah. Kementerian Dalam Negeri Malaysia telah meluncurkan penyelidikan setelah pemerintah negara bagian Johor meminta investigasi federal terkait tuduhan yang melibatkan Network School, sebuah komunitas startup di Johor.
Anwar menegaskan pemerintah tidak akan berkompromi jika tuduhan itu terbukti benar. Pihak berwenang terkait saat ini sedang mendalami klaim tersebut.
Secara terpisah, Departemen Imigrasi Malaysia menyatakan bahwa 266 warga negara asing yang diperiksa di sebuah komunitas internasional di Forest City memiliki dokumen imigrasi yang sah. Forest City adalah kompleks pengembangan multifungsi besar di atas pulau buatan di Johor, dekat perbatasan Singapura. Kompleks yang dipasarkan sebagai pusat hunian internasional ini telah menarik komunitas asing yang cukup besar dan kerap menjadi sorotan terkait masalah imigrasi dan regulasi.
Artikel Terkait
Vietnam vs Malaysia di Leg Kedua Semifinal Piala AFF 2026: Mampukah Harimau Malaya Ulangi Comeback 2014?
Vietnam Kalahkan Malaysia 2-0 di Leg Pertama Semifinal Piala AFF 2026
RI Siap Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Pertamina Turunkan Harga Bright Gas
Mentan Pastikan Ekspor Beras 200.000 Ton ke Malaysia Tak Ganggu Stok Dalam Negeri