Wisatawan Malaysia Dominasi Penumpang Asing Kereta Cepat Whoosh

- Minggu, 05 Juli 2026 | 12:54 WIB
Wisatawan Malaysia Dominasi Penumpang Asing Kereta Cepat Whoosh

Kereta cepat Whoosh Jakarta-Bandung semakin menjadi primadona bagi wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia. Hingga Juni 2026, total 373.433 penumpang asal Malaysia telah menggunakan layanan ini, menjadikannya yang terbanyak di antara seluruh warga negara asing (WNA) pengguna Whoosh.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, rata-rata 12.484 penumpang Malaysia naik Whoosh setiap bulannya. Pada Juni 2026 saja, tercatat 12.700 penumpang Malaysia dari total 35.436 penumpang WNA yang menggunakan kereta cepat tersebut dalam sebulan.

“Whoosh tidak hanya menjadi moda transportasi pilihan masyarakat Indonesia, tetapi juga semakin banyak digunakan oleh wisatawan mancanegara. Kehadiran Whoosh memberikan pengalaman perjalanan yang cepat, nyaman, dan efisien, sehingga mendukung mobilitas wisatawan selama berkunjung ke Jakarta, Bandung, dan sekitarnya,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7).

Eva menambahkan, tingginya angka tersebut sejalan dengan besarnya minat wisatawan Malaysia berkunjung ke Indonesia, khususnya Bandung. “Bandung selama ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Malaysia untuk berlibur, berbelanja, menikmati kuliner, hingga melakukan perjalanan bersama keluarga maupun rombongan,” katanya.

Selain Malaysia, negara lain juga tercatat sebagai pengguna setia Whoosh. Singapura berada di posisi kedua dengan total 106.010 penumpang sejak operasi, disusul China (75.659), Jepang (41.416), Korea (28.144), Australia (27.103), Amerika Serikat (26.307), Brunei (22.213), India (21.491), dan Belanda (19.438).

KCIC berkomitmen terus meningkatkan layanan demi kenyamanan seluruh penumpang, termasuk wisatawan asing. “KCIC akan terus meningkatkan kualitas layanan Whoosh agar semakin mudah diakses dan memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh penumpang, termasuk wisatawan mancanegara,” tegas Eva.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags