Penderita penyakit ginjal perlu ekstra hati-hati dalam memilih makanan. Ginjal yang rusak tidak bisa menyaring limbah dan kelebihan cairan secara optimal, sehingga asupan natrium, kalium, dan fosfor harus dibatasi. Tanpa pengaturan diet yang tepat, zat-zat tersebut bisa menumpuk di darah dan memperburuk kondisi ginjal.
Berikut adalah sepuluh makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari atau dibatasi oleh penderita penyakit ginjal, berdasarkan rekomendasi para ahli:
Soda berwarna gelap. Minuman ini mengandung zat aditif fosfor yang mudah diserap tubuh, sehingga dapat meningkatkan kadar fosfor dalam darah secara signifikan.
Alpukat. Meskipun kaya lemak sehat, alpukat sangat tinggi kalium. Satu buah alpukat ukuran sedang mengandung sekitar 690 mg kalium. Jika tetap ingin mengonsumsinya, batasi porsi maksimal seperempat buah.
Makanan kaleng. Sup, sayuran, dan kacang-kacangan kaleng biasanya mengandung natrium tinggi karena garam digunakan sebagai pengawet. Pilih produk berlabel "rendah natrium" dan bilas isi kaleng sebelum dikonsumsi untuk mengurangi kadar garam.
Roti gandum utuh. Berbeda dengan anjuran untuk orang sehat, penderita penyakit ginjal sebaiknya memilih roti tawar putih karena roti gandum utuh lebih tinggi kalium dan fosfor. Periksa label kemasan untuk memilih yang rendah natrium.
Nasi merah. Sama seperti roti gandum, nasi merah mengandung lebih banyak fosfor dan kalium dibanding nasi putih. Kontrol porsinya jika ingin mengonsumsinya, atau beralih ke nasi putih, bulgur, atau couscous.
Pisang. Buah ini terkenal kaya kalium; satu pisang ukuran sedang mengandung 422 mg kalium. Sebagai gantinya, pilih nanas yang kadar kaliumnya jauh lebih rendah.
Produk susu. Susu, keju, dan yoghurt tinggi fosfor dan kalium. Kelebihan fosfor dapat menarik kalsium dari tulang sehingga tulang menjadi rapuh. Alternatif yang lebih aman adalah susu almond atau susu beras yang tidak diperkaya.
Jeruk dan jus jeruk. Meskipun kaya vitamin C, jeruk juga sangat tinggi kalium. Konsumsi buah ini dapat dengan mudah melampaui batas kalium harian. Ganti dengan anggur, apel, atau cranberry.
Daging olahan. Sosis, bacon, pepperoni, dan hot dog mengandung natrium dan protein yang sangat tinggi karena proses pengawetan dengan garam. Makanan ini harus dihindari untuk menjaga asupan garam dan protein tetap terkendali.
Acar dan zaitun olahan. Makanan yang diawetkan atau difermentasi ini direndam dalam larutan garam, sehingga satu potong kecil saja sudah mengandung natrium yang cukup besar. Pilih versi rendah natrium jika tetap ingin mengonsumsinya.
Mengatur pola makan memang tidak mudah, terutama ketika harus membatasi makanan yang lezat. Namun, membatasi asupan natrium, kalium, dan fosfor merupakan langkah penting untuk menjaga sisa fungsi ginjal dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan pola makan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.