Empat Bulan Kemarau, Warga Mojokerto Krisis Air Bersih

- Minggu, 19 Juli 2026 | 10:30 WIB
Empat Bulan Kemarau, Warga Mojokerto Krisis Air Bersih

Krisis air bersih melanda warga Dusun Kandangan dan Dusun Kunjoro di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, akibat kemarau yang telah berlangsung selama empat bulan terakhir. Warga kini bergantung pada sisa air hujan yang ditampung di kolam penampungan dan tandon rumah masing-masing.

Mahfud (43), salah seorang warga Dusun Kandangan, mengatakan kekeringan mulai terasa sejak April 2026. "Sudah hampir empat bulan sejak April. Lingkungan sini memang kalau masalah air bersih tiap tahun tidak ada. Di sini ada sekitar 85 kepala keluarga," ujarnya, Sabtu (18/7).

Air hujan yang ditampung, menurut Mahfud, hanya mampu memenuhi kebutuhan warga selama sekitar satu bulan dan kini persediaannya hampir habis. "Air yang ditampung itu hanya bisa digunakan satu bulan saja dan tidak mencukupi. Ada pipa bantuan dari desa yang mengalir dari Trawas, tetapi harus bergiliran. Ada 12 RT, jadi masing-masing mendapat giliran setiap 12 hari sekali. Kebetulan di sini RT 12, jadi harus menunggu 12 hari dan air yang mengalir hanya bisa dipakai dua hari atau paling lama satu minggu," ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, memasak, dan minum, warga harus menempuh perjalanan sekitar tujuh kilometer ke Desa Wonosunyo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan. "Ambil airnya jauh, sekitar tujuh kilometer, di kawasan Sumber Tetek. Itu sudah masuk desa lain, bahkan Kabupaten Pasuruan. Yang punya sepeda motor mengambil sendiri. Kalau yang tidak punya kendaraan, biasanya menyewa pikap secara patungan sekitar 10 orang," papar Mahfud.

Warga telah dua kali mencoba mencari sumber air dengan melakukan pengeboran, tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil meski telah melibatkan tenaga ahli.

Harapan Warga

Mahfud bersama warga lainnya berharap BPBD Kabupaten Mojokerto maupun instansi terkait segera menyalurkan bantuan air bersih. "Mengandalkan air hujan dan bantuan. Kalau musim kemarau ya hanya mengandalkan air hujan. Kami berharap BPBD atau dinas terkait segera membantu pasokan air bersih. Tahun ini sudah hampir empat bulan kekeringan, tetapi belum ada bantuan yang datang," pungkasnya.

3 Desa Terdampak

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Mojokerto, sedikitnya tiga desa di kawasan kaki Gunung Penanggungan terdampak kekeringan. Di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, sebanyak 1.499 kepala keluarga (KK) atau 3.053 jiwa terdampak. Sementara di Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, sebanyak 774 KK atau 2.086 jiwa. Adapun di Kecamatan Trawas, Desa Duyung mengalami kekeringan yang berdampak pada 503 KK atau 1.564 jiwa.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags