Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat bencana kekeringan telah melanda 13 dari 40 kecamatan di wilayah tersebut. Akibatnya, sebanyak 42.691 jiwa mengalami krisis air bersih.
"Taksiran dampak kekeringan atau krisis air bersih terjadi di 13 kecamatan, dari total 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. Untuk warga yang terdampak sebanyak 42.691 jiwa dari 12.735 KK (kepala keluarga)," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani, Kamis (16/7/2026).
Adam menyebutkan ribuan warga terdampak tersebar di 29 desa. Wilayah kekeringan terluas berada di Kecamatan Rancabungur dengan enam desa. "Kalau berdasarkan desa, ada 29 desa yang mengalami kekeringan. Dari 13 kecamatan terdampak, terbanyak di Kecamatan Rancabungur, ada 6 desa," ujarnya.
Bencana kekeringan sudah terjadi sejak awal Juni lalu. BPBD telah mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik. "Distribusi air bersih sudah dilakukan tim BPBD sejak tanggal 10 Juni, sampai kemarin sudah 74 titik. Rata-rata 5.000 liter sampai 8.000 liter sekali kirim, total sudah 350 ribu liter air bersih yang dikirim ke wilayah terdampak," kata Adam.
Sebelumnya, pada 12 Juli, BPBD mencatat kekeringan baru melanda 10 kecamatan dengan 22.065 jiwa terdampak. Saat itu, distribusi air bersih telah dilakukan di 41 titik dengan total 200 ribu liter. Kini, jumlah kecamatan terdampak bertambah menjadi 13, dan total air bersih yang disalurkan mencapai 350 ribu liter.
Artikel Terkait
BPBD Kirim Bantuan Air Bersih ke Warga Bogor yang Terdampak Kekeringan
Kekeringan Landa Tiga RT di Bogor, 1.570 Warga Kesulitan Air Bersih
BPBD Gunungkidul Kirim 40 Ribu Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Krisis Air Bersih Landa Kota Bima, 1.129 KK Terdampak