LRT Jakarta Segera Tersambung ke Manggarai, Integrasi Transportasi Makin Terkoneksi

- Kamis, 16 Juli 2026 | 12:45 WIB
LRT Jakarta Segera Tersambung ke Manggarai, Integrasi Transportasi Makin Terkoneksi

Perjalanan dari kawasan utara menuju pusat Jakarta bakal memiliki pilihan baru. Jalur LRT Jakarta yang selama ini berhenti di Velodrome segera tersambung hingga Manggarai, salah satu simpul transportasi tersibuk di ibu kota.

Kehadiran jalur tersebut bukan hanya menambah panjang lintasan kereta perkotaan. Di Manggarai, penumpang nantinya dapat melanjutkan perjalanan dengan KRL Commuter Line, Kereta Api Bandara, maupun Transjakarta tanpa harus kembali bergantung pada kendaraan pribadi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan progres pembangunan LRT Jakarta rute Pegangsaan Dua-Manggarai telah mencapai sekitar 95 persen. Seluruh pekerjaan pengangkatan girder telah selesai, sedangkan penyelesaian rel dari Matraman menuju Manggarai ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

"LRT Jakarta ini sepenuhnya dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro yang memiliki anak perusahaan, yaitu PT LRT Jakarta. Saat ini progresnya sudah sekitar 95 persen," kata Pramono seusai meninjau kesiapan dan mengikuti uji coba operasional di Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (14/7/2026).

Jalur Pegangsaan Dua-Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Lima stasiun baru dibangun di Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai.

Perjalanan dari Pegangsaan Dua menuju Manggarai diperkirakan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit. Koridor tersebut diproyeksikan melayani 60 ribu hingga 80 ribu penumpang per hari secara bertahap.

"Kami berharap pada Agustus nanti LRT ini dapat diresmikan oleh Bapak Presiden. Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta karena memperkuat konektivitas transportasi publik," ujar Pramono.

Manggarai, Titik Temu Perjalanan Warga

Manggarai selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pergerakan penumpang KRL dari berbagai wilayah Jabodetabek. Masuknya LRT Jakarta akan menambah pilihan perjalanan sekaligus memperluas fungsi kawasan tersebut sebagai titik perpindahan antarmoda.

Seluruh stasiun LRT dalam koridor Pegangsaan Dua-Manggarai juga dirancang terhubung dengan layanan Transjakarta. Dengan begitu, penumpang dapat berpindah dari kereta menuju bus tanpa harus menempuh perjalanan panjang.

"Selama ini perjalanan dari wilayah utara menuju pusat kota sering menghadapi kemacetan yang luar biasa. Dengan hadirnya LRT Jakarta, konektivitas akan semakin baik dan masyarakat memiliki pilihan transportasi publik yang lebih nyaman," tutur Pramono.

Pengembangan jalur tersebut sekaligus menunjukkan perubahan pendekatan transportasi publik di Jakarta. Pembangunan tidak lagi sekadar menambah moda atau stasiun, tetapi memastikan setiap layanan dapat saling menyambung.

Total investasi koridor Pegangsaan Dua-Manggarai mencapai sekitar Rp12,5 triliun. Anggaran tersebut mencakup pembangunan jalur rel, stasiun, prasarana, dan fasilitas pendukung dalam satu jaringan.

Pemprov DKI juga menyiapkan perpanjangan LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer. Pembangunannya direncanakan dimulai pada awal 2027 dan ditargetkan selesai pada 2028.

Apabila jalur tersebut rampung, LRT Jakarta akan terhubung dengan salah satu kawasan transit paling lengkap di Jakarta.

"Kalau nanti tersambung sampai Dukuh Atas, seluruh jaringan akan benar-benar terintegrasi. Ini akan menjadi wajah baru transportasi Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas dengan MRT, KRL, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan berikutnya," ujar Pramono.

Dukuh Atas Jadi Hub Antarmoda

Dukuh Atas telah menjadi titik temu MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan Transjakarta. Kehadiran LRT Jakarta akan menambah satu lagi moda yang terhubung di kawasan tersebut.

Integrasi enam moda itu diperkuat melalui pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas. Fasilitas tersebut dirancang sebagai jalur penghubung yang membuat perpindahan penumpang lebih singkat, aman, dan nyaman.

Pedestrian Deck juga akan dilengkapi akses bagi penyandang disabilitas dan dikembangkan sebagai ruang publik. Pembangunannya ditargetkan rampung pada akhir 2028.

"Kehadirannya akan meningkatkan konektivitas, keselamatan, dan kenyamanan pejalan kaki, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda transportasi publik," kata Pramono saat mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, Minggu (21/6/2026).

Kawasan transit tersebut menunjukkan perjalanan menggunakan angkutan umum tidak hanya ditentukan oleh tersedianya kereta atau bus. Kemudahan berjalan kaki dari satu stasiun ke stasiun lain juga menjadi bagian penting dari pengalaman penumpang.

Tanpa jalur penghubung yang nyaman, penumpang tetap harus keluar dari kawasan stasiun, menyeberangi jalan, atau menempuh jarak cukup jauh ketika berganti moda. Pedestrian Deck disiapkan untuk mengurangi hambatan tersebut.

"Jakarta saat ini telah menjadi kota kedua dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda agar semakin banyak masyarakat beralih menggunakan transportasi publik," ujar Pramono.

Pengguna Transportasi Publik Terus Bertambah

Pengembangan jaringan mulai berjalan beriringan dengan pertumbuhan jumlah pengguna. Sepanjang triwulan I 2026, Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mengangkut 112,1 juta penumpang.

Jumlah itu meningkat 7,99 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, ketika ketiga layanan tersebut mencatat 103,8 juta penumpang.

Kenaikan jumlah pengguna didorong oleh perluasan rute dan armada, perbaikan fasilitas, integrasi layanan, digitalisasi pembayaran, serta berbagai kampanye penggunaan angkutan umum.

Pemprov DKI beberapa kali memberlakukan tarif khusus untuk mendorong masyarakat mencoba transportasi publik. Pada Hari Transportasi Nasional, 24 April 2026, tarif Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta ditetapkan Rp1. Hal yang sama dilakukan dalam rangka HUT Jakarta pada 22, 28, 29 Juni 2026.

"Ini kami berikan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum," kata Pramono.

Namun, tarif murah bukan satu-satunya alasan warga beralih. Transportasi publik juga harus mudah dijangkau, nyaman digunakan, dan terhubung dengan tujuan perjalanan. Penyambungan LRT hingga Manggarai dan rencana perpanjangannya ke Dukuh Atas menjadi bagian dari upaya tersebut. Jaringan yang sebelumnya terpisah perlahan dirangkai agar perjalanan warga tidak lagi terputus ketika berganti moda.

"Beralih ke transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Selain itu, lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga, serta mendorong gaya hidup sehat," tutur Pramono.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags