Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), dana pensiun aparatur sipil negara Malaysia, kehilangan dana hampir RM200 juta atau setara Rp875,9 miliar akibat investasi di perusahaan rintisan agroteknologi asal Indonesia, eFishery. Kerugian itu disebut sebagai dampak dari kasus penipuan yang melibatkan manipulasi laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.
Dalam pernyataan tertulis di parlemen, Anwar menjelaskan bahwa keputusan investasi telah melalui proses evaluasi dan tata kelola yang ketat. "Keputusan tersebut telah melalui proses evaluasi dan tata kelola, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat itu, yang mencakup verifikasi laporan keuangan oleh auditor bersertifikat yang diakui secara internasional," ujarnya, sebagaimana dilansir The Edge Malaysia, Sabtu (18/7/2026).
Ia menambahkan bahwa konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen sebelum memutuskan berinvestasi. "Pada saat yang sama, konsorsium investor, termasuk KWAP, juga melakukan uji tuntas independen untuk memastikan bahwa semua informasi lengkap dan valid untuk pertimbangan investasi," katanya.
Anwar menyoroti bahwa sejumlah investor institusional internasional terkemuka dan dana teknologi turut berinvestasi di eFishery, seperti Temasek, SoftBank, 42XFund, dan Northstar. "Meskipun demikian, investasi eFishery merupakan penipuan yang direncanakan, dan terdapat manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery," tegasnya.
Pada 2023, eFishery dilaporkan memperoleh dana sebesar US$200 juta dari putaran pendanaan Seri D. Dari jumlah tersebut, US$47,7 juta (RM194,35 juta) berasal dari KWAP. Anwar menjawab pertanyaan anggota parlemen Subang, Wong Chen, tentang langkah pertanggungjawaban terhadap dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP terkait persetujuan dan pengawasan investasi tersebut.
Anwar mengatakan konsorsium investor, termasuk KWAP, telah memulai langkah hukum dan upaya pemulihan dana. KWAP juga telah melakukan tinjauan komprehensif terhadap proses evaluasi, persetujuan, dan pengawasan investasi. "Setelah melalui pertimbangan tersebut, tindakan lanjutan telah diambil sesuai dengan kerangka tata kelola kelembagaan dan prinsip-prinsip akuntabilitas," katanya.
"KWAP tetap berkomitmen untuk mengelola dana pensiun pegawai negeri sipil secara transparan, etis, dan akuntabel. Perbaikan telah dilakukan untuk memperkuat pengamanan investasi di masa depan," pungkasnya.
Artikel Terkait
Skandal eFishery Seret Dana Pensiun Malaysia, MACC Mulai Investigasi
Harga Minyak RI Turun 21,69% Imbas Meredanya Ketegangan Timur Tengah
Anwar Ibrahim Tegaskan Warga Israel di Malaysia Akan Dideportasi
PM Malaysia Ancam Deportasi Warga Israel yang Ditemukan di Negeri Jiran