Organisasi Energi Atom Iran melaporkan bahwa sejumlah proyektil yang diduga diluncurkan Amerika Serikat menghantam lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Darkhovin di Provinsi Khuzestan. Serangan terjadi pada pukul 03.39 waktu setempat, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ikut turun tangan setelah menerima laporan serangan itu. Dalam pernyataannya, IAEA mengonfirmasi bahwa fasilitas Darkhovin masih dalam tahap awal pembangunan dan tidak mengandung material nuklir saat terakhir kali dikunjungi oleh badan tersebut. "Fasilitas tersebut berada pada tahap awal pembangunan dan tidak mengandung material nuklir saat terakhir kali dikunjungi oleh IAEA," demikian pernyataan badan PBB itu.
IAEA meyakini serangan tersebut tidak menimbulkan risiko radiologis. Meski demikian, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi kembali menyerukan "pengekangan militer di sekitar semua lokasi terkait nuklir".
Artikel Terkait
Korban Tewas Serangan AS di Iran Tembus 50 Orang
Trump Sebut Serangan ke Iran untuk Hormati Tiga Prajurit AS yang Tewas
Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Iran Rayakan Kekalahan Argentina
Kemenangan Spanyol atas Argentina di Final Piala Dunia 2026 Disambut Histeris Warga Iran