Trump Sebut Serangan ke Iran untuk Hormati Tiga Prajurit AS yang Tewas

- Senin, 20 Juli 2026 | 10:36 WIB
Trump Sebut Serangan ke Iran untuk Hormati Tiga Prajurit AS yang Tewas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gelombang serangan terbaru terhadap Iran dilakukan untuk menghormati tiga personel militer AS yang tewas dalam konflik dengan Teheran. Pernyataan itu disampaikan ketika militer AS mengumumkan telah merampungkan serangan selama sembilan malam berturut-turut.

"Kami menghantam mereka dengan sangat keras lagi malam ini, dan kami melakukan itu untuk menghormati, mungkin tiga patriot hebat," kata Trump kepada wartawan saat kembali ke Washington usai menghadiri final Piala Dunia 2026, Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) WIB.

Trump menambahkan, para prajurit tersebut gugur saat bertugas untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. "Mereka berjuang agar Iran tidak memiliki senjata nuklir," ujarnya. Tiga tentara AS yang tewas terdiri dari dua personel yang berada di fasilitas militer AS di Yordania dan satu personel yang bertugas di Irak.

Secara terpisah, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi terbaru berhasil dilaksanakan pada Minggu malam waktu setempat. "CENTCOM berhasil menyelesaikan serangan terhadap Iran untuk malam kesembilan berturut-turut pada 19 Juli pukul 22.00 ET," tulis CENTCOM melalui akun resminya di media sosial.

Menurut CENTCOM, serangan menyasar pusat komando militer Iran, sistem pertahanan udara, fasilitas pengawasan pesisir, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta jaringan komunikasi. Militer AS menyebut operasi itu bertujuan semakin melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal dagang dan pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags