Mimpi Argentina untuk mempertahankan gelar Piala Dunia dan mencatatkan back-to-back juara harus sirnah. Bertanding di MetLife Stadium, New Jersey, Albiceleste takluk 0-1 dari Spanyol melalui babak perpanjangan waktu. Gol tunggal Ferran Torres di menit ke-106 memupus harapan Lionel Messi dkk.
Peluit panjang berbunyi, dan tangis pun pecah. Kapten Argentina, Lionel Messi, terduduk lesu di atas rumput sambil menutupi wajahnya yang basah oleh air mata. Megabintang berusia 39 tahun itu kemudian menyapa ribuan pendukung setia di tribun dengan mata berkaca-kaca. Pemandangan serupa juga terlihat di bangku cadangan: penjaga gawang Emiliano "Dibu" MartÃnez tak kuasa menahan derai air mata. Setelah sempat menemani Messi di tengah lapangan, kiper kawakan itu tertunduk emosional sambil memegangi sarung tangannya.
Kesedihan juga melanda pelatih kepala Lionel Scaloni. Dalam konferensi pers pascalaga, suaranya bergetar saat ia mengungkapkan perasaannya. "Itu menyakitkan dari lubuk jiwaku yang terdalam," ujarnya dengan raut wajah berduka, menggambarkan kepedihan yang dirasakan seluruh anggota tim.
Pencapaian Bersejarah di Tengah Luka
Kekalahan ini mencatatkan sejarah tersendiri bagi Lionel Messi. Ia kini telah tampil dalam tiga laga final Piala Dunia: dua kali runner-up (2014 dan 2026) serta satu kali juara (2022 di Qatar). Meski harus pulang dengan rasa pahit, perjuangan pantang menyerah skuad asuhan Scaloni tetap mendapat apresiasi tinggi dari para suporter. Kegagalan di partai puncak ini tetap menempatkan Argentina sebagai salah satu kekuatan paling solid dan konsisten dalam sepak bola modern selama satu dekade terakhir.
Artikel Terkait
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat untuk Pemain dan Federasi Argentina Usai Final Piala Dunia 2026
Messi Terancam Sanksi Usai Insiden dengan Pemain Philadelphia Union
Gol Pertama Messi Usai Sang Ayah Wafat, Inter Miami Ditahan Imbang Philadelphia
Philadelphia Union Incar Kemenangan Kelima Beruntun saat Menjamu Inter Miami