Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya prediksi menarik. Menurut mereka, kelompok bank dengan modal inti terbesar, atau yang biasa disebut KBMI 4, bakal dapat tambahan anggota baru pada 2026. Kabar ini datang langsung dari pejabat tinggi pengawas perbankan.
“Mungkin tahun ini, kalau saya perkirakan sekitar dua atau tiga (bank yang naik kelas menjadi KBMI IV),” ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.
Pernyataan itu dia sampaikan usai bertemu di Mahkamah Agung, Rabu lalu. Intinya, OJK sedang mengawasi dengan ketat sejumlah bank di kategori KBMI 3 yang dinilai punya peluang besar untuk naik kelas. Bagi Dian, kenaikan kelas ini bukan sekadar gengsi. Ini soal keberlanjutan bank itu sendiri dan kemampuannya mendorong perekonomian nasional lebih kencang lagi.
Di sisi lain, OJK memang memberi perhatian ekstra pada bank-bank yang modal intinya sudah nyaris menyentuh batas minimal KBMI 4. Angkanya cukup besar, yakni Rp70 triliun. Sebagai perbandingan, bank di kelompok KBMI 3 saat ini punya modal inti antara Rp14 triliun sampai Rp70 triliun.
Lalu, bank mana saja yang berpotensi? Beberapa nama besar ada di daftar itu. Posisi tertinggi dipegang Panin Bank dengan modal inti Rp53,55 triliun. Disusul CIMB Niaga di angka Rp52,63 triliun, dan Bank Danamon dengan Rp50,17 triliun. Dua bank lain yang juga masuk dalam radar adalah Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan Rp48,11 triliun serta Bank SMBC Indonesia, dulu dikenal sebagai BTPN, yang modal intinya mencapai Rp44,03 triliun.
Jadi, tahun depan kita mungkin akan menyaksikan pergeseran peta di dunia perbankan nasional. Semuanya tergantung pada kinerja dan strategi para bank tersebut dalam beberapa bulan ke depan.
Artikel Terkait
BFF Festival 2026 Targetkan Transaksi Rp20 Miliar, Dorong Kolaborasi Brand Lokal di Tengah Tantangan Industri
David Beckham Resmi Jadi Miliarder Berkat Kerajaan Bisnis Pasca-Pensiun
Pembangunan 93 Sekolah Rakyat Permanen Ditargetkan Rampung Juni 2026, Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru
Fabregas Tegas Tolak Kepulangan Nico Paz ke Real Madrid