Ratusan santri dari dua pondok pesantren di Jakarta mendapat kesempatan langka: melihat langsung lingkungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan. Kunjungan yang berlangsung Selasa (14/7/2027) itu merupakan bagian dari program 'Istana untuk Anak Sekolah' yang digagas Kementerian Agama bersama Kementerian Sekretariat Negara.
Sebanyak 250 santri dan santriwati utusan Pondok Pesantren Al-Wathoniah dan Pondok Pesantren Asshiddiqiyah diajak berkeliling kompleks istana. Mereka tidak hanya menyaksikan bangunan bersejarah, tetapi juga mendapat pemaparan tentang tugas kelembagaan, mekanisme kerja kabinet, dan nilai-nilai kepemimpinan nasional.
Direktur Pondok Pesantren Kemenag, Basnang Said, yang mendampingi para santri, menegaskan program ini memiliki nilai afirmatif dan strategis yang besar. "Selama ini, lingkungan Istana Kepresidenan mungkin terkesan jauh bagi anak-anak di pondok pesantren. Melalui program spesifik 'Istana untuk Anak Sekolah' ini, Kemenag dan Mensesneg ingin mendobrak sekat tersebut. Kita tunjukkan bahwa negara memberikan ruang dan perhatian yang sama besar bagi santri," ujar Basnang.
Bagi Basnang, kunjungan ini bukan sekadar pelesir sejarah, melainkan pemantik mimpi besar bagi generasi masa depan pesantren. "Kita ingin menumbuhkan motivasi mereka, agar di masa depan, tidak hanya menjadi saksi sejarah atau berkunjung ke sini aja, tetapi ada santri-santri yang hadir yang duduk di Istana ini sebagai pemimpin, menteri, atau pembuat kebijakan bangsa," katanya.
Antusiasme terlihat jelas selama kunjungan. Para santri menyimak paparan interaktif yang disampaikan oleh Kepala Biro Humas Kemensetneg, Faisal Fahmi, bersama Pranata Humas Ahli Madya Kemensetneg, Efa Febryana. "Kami menyambut baik kedatangan santri pondok pesantren, semoga kedatangan para santri membawa keberkahan dan menjadi inspirasi dan semangat baru kepemimpinan bagi para santri," ujar Faisal.
Artikel Terkait
B50 dan Metafora Kepiting: Ujian Tata Kelola Sawit Indonesia
Sahroni Apresiasi Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Sebut Bukti Soliditas Lembaga
Prabowo Tak Mau Campuri Kasus Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Setelah 30 Tahun Terabaikan, Irigasi di Banten Dibangun dengan Dana Rp 985 Miliar