Menantu Tewaskan Mertua dengan Golok di Lampung Selatan

- Senin, 20 April 2026 | 00:40 WIB
Menantu Tewaskan Mertua dengan Golok di Lampung Selatan

Ngeri, Menantu Tikam Mertua Hingga Tewas di Lampung Selatan

Suasana Desa Fajar Baru di Lampung Selatan mendadak mencekam Minggu (19/4/2026) lalu. Seorang perempuan paruh baya, Supriyani (62), ditemukan tewas bersimbah darah di halaman rumahnya sendiri. Yang lebih ironis, pelaku utamanya diduga justru sang menantu sendiri.

Menurut sejumlah saksi, korban sempat dibawa warga ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Luka tikaman di bagian kepala belakang dan lehernya ternyata terlalu parah. Nyawa pensiunan guru SMA itu tak tertolong.

Saksi mata, Siti Khodijah, masih terlihat shock menceritakan kejadian itu.

"Aku dengar suara orang berteriak tolong lalu aku samperin," ujarnya, Minggu siang.

"Sampai di lokasi aku lihat pelaku lemparin golok lalu pergi, korbannya sudah basah tergeletak. Pelaku ini menantunya, korban mertuanya."

Pelaku bernama Mukti (32) itu disebut-sebut sedang dalam proses perceraian dengan anak korban. Mereka bahkan sudah pisah rumah sekitar empat bulan. Nah, saat kejadian, Mukti konon datang dengan niat minta rujuk. Tapi yang terjadi malah cekcok hebat.

Supriyani yang kebetulan ada di tempat berusaha melerai. Sayangnya, situasi justru memanas di luar kendali. Emosi pelaku meledak. Dengan golok yang dibawanya, dia nekat menghabisi nyawa mertuanya. Aksi brutal itu tentu saja membuat warga sekitar kaget bukan main.

Setelah sempat kabur, pelaku akhirnya memilih menyerahkan diri ke Polsek Jati Agung. Polisi sudah mengamankan barang bukti, termasuk golok dan ponsel miliknya. Olah TKP juga telah dilakukan. Namun begitu, motif pastinya masih terus didalami aparat. Apakah murni emosi atau ada faktor lain di baliknya.

Di sisi lain, keluarga harus merelakan kepergian Supriyani. Jenazahnya telah dimakamkan di TPU setempat pada Minggu siang. Isak tangis pecah saat jasadnya diturunkan ke liang lahat. Sebuah akhir yang tragis untuk seorang ibu dan guru yang seharusnya menikmati masa tuanya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar