Seorang pria berinisial AR (41) di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, nekat menebas istrinya berinisial S (40) dan anak perempuannya yang masih berusia tujuh tahun menggunakan parang. Peristiwa berdarah itu diduga dipicu oleh gangguan jiwa yang dialami pelaku setelah disebut-sebut mempelajari ilmu hitam.
Peristiwa nahas itu terjadi di Kecamatan Tobadak pada Rabu, 3 Juni, sekitar pukul 04.00 Wita. Saat kejadian, salah satu anak korban yang lain, berinisial SU, menjadi saksi pertama. Ia melihat ayahnya telah membacok ibunya.
“Saat keluar kamar, saksi melihat ayahnya memegang sebilah parang sambil terus terlibat cekcok dengan ibunya,” ujar Kasat Reskrim Polres Mamuju Tengah, Iptu Muh Arifin, Minggu, 7 Juni 2026.
Melihat pemandangan mengerikan itu, SU bergegas berlari ke kediaman pamannya yang berada tepat di samping rumah untuk meminta pertolongan. Namun, ketika ia dan pamannya tiba kembali di rumah, mereka mendapati korban S telah bersimbah darah, sementara korban H mengalami luka akibat tebasan parang dari pelaku.
Setelah melakukan aksinya, pelaku AR sempat melarikan diri dan buron selama tiga hari. Ia akhirnya berhasil ditangkap pada Sabtu, 6 Juni, sekitar pukul 01.00 Wita.
Dari hasil pemeriksaan awal, motif pembacokan ini diduga kuat akibat gangguan mental yang dialami pelaku. Polisi menyebutkan bahwa pelaku tengah mempelajari praktik ilmu hitam sebelum peristiwa itu terjadi.
“Motif sementara yang diduga memicu tindakan pelaku adalah gangguan mental yang disebabkan oleh praktik mempelajari ilmu hitam,” ungkap Arifin.
Akibat perbuatan brutal tersebut, korban S meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara itu, korban H masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Editor: Novita Rachma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pengemudi Fortuner Diamuk Massa Usai Cekcok dengan Pengendara Motor di Tanah Abang
PDI Perjuangan Prihatin atas Korupsi Program Makan Bergizi Gratis, Sebut Suara Kritis Diabaikan
Australia Alokasikan Rp145 Miliar untuk Pendidikan Bahasa Indonesia, Anggota Parlemen Kutip Slogan ‘Oke Gas’
Rasulullah Sebut Kebiasaan Meminta-minta sebagai Tanda Kehinaan dan Hilangnya Kemuliaan