Dekan FAI UIKA Bogor: Indonesia Berpotensi Jadi Sasaran Kepentingan Global, Generasi Muda Harus Siap

- Rabu, 22 Juli 2026 | 08:50 WIB
Dekan FAI UIKA Bogor: Indonesia Berpotensi Jadi Sasaran Kepentingan Global, Generasi Muda Harus Siap

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor, Prof. Dr. Imas Kania Rahman, mengingatkan bahwa Indonesia berpotensi menjadi sasaran berbagai kepentingan global karena memiliki sumber daya alam yang melimpah. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas sumber daya manusia agar generasi muda mampu mengelola kekayaan tersebut.

Hal itu disampaikan Prof. Imas saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk "Edukasi Bahaya LGBT dan HIV/AIDS dalam Meningkatkan Kesadaran Moral dan Kesehatan Islami" yang digelar Organisasi Kemahasiswaan Fakultas Agama Islam UIKA Bogor di Aula FAI UIKA, Selasa (21/7/2026).

Dalam pemaparannya, Prof. Imas menceritakan pengalamannya saat menempuh studi doktoral di Universitas Pendidikan Indonesia sekitar tahun 2008. Saat itu, Rektor UPI Prof. Sunaryo Kartadinata sepulang dari kegiatan terkait riset Bank Dunia di Amerika Serikat menyampaikan proyeksi kondisi sejumlah negara pada 2045–2050. Menurut Prof. Imas, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara yang mampu bertahan karena didukung dua faktor utama: sumber daya manusia dan sumber daya alam yang memadai.

"Indonesia disebut memiliki dua kekuatan, yaitu sumber daya manusia dan sumber daya alam yang cukup untuk menopang kehidupan penduduknya hingga 2045–2050," ujarnya.

Ia menambahkan, dalam paparan tersebut juga disebutkan bahwa negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam memadai akan berupaya mencari sumber daya baru, termasuk melalui penelitian tentang kemungkinan kehidupan di planet lain. Prof. Imas mengaku mengikuti perkembangan publikasi ilmiah mengenai penelitian antariksa, namun isu itu kemudian meredup dan berganti dengan perkembangan global lain, termasuk pandemi Covid-19.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat menghadiri pertemuan bersama sekitar 2.600 guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang, menurutnya, dihadiri Presiden RI beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, kembali dipaparkan hasil riset yang menunjukkan posisi strategis Indonesia pada 2045–2050.

"Dalam pemaparan itu disebutkan negara yang diproyeksikan mampu bertahan pada 2045–2050 adalah China di posisi pertama dan Indonesia di posisi kedua. Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, termasuk penemuan sumber daya baru di Papua yang hanya dimiliki Indonesia," tuturnya.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Prof. Imas mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tantangan yang dinilainya dapat melemahkan sumber daya alam dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

"Info dari pakarnya bahwa sumber daya alam Indonesia akan semakin banyak dikuasai dan mereka berharap penduduk Indonesia tidak akan mampu mengolah sumber daya alam tersebut agar anak cucu kita nanti hanya menjadi penonton saja. Dan penikmat sumber daya alam adalah mereka," ungkapnya.

"Jadi itu di tahun 2008 profesional mengatakan begitu. Sekarang saya menyaksikan betapa dirusaknya sumber daya manusia Indonesia, salah satunya akibat LGBTQ ," tambah Prof. Imas.

Ia mengingatkan bahwa salah satu tantangan yang perlu diwaspadai adalah berkembangnya perilaku LGBT yang dapat berdampak buruk terhadap kualitas sumber daya manusia.

Terkait masalah LGBT di Bogor, ORMA FAI UIKA menyampaikan pernyataan sikap untuk mendesak Pemerintah Kota Bogor menerbitkan Peraturan Wali Kota tentang Pencegahan Perilaku Penyimpangan Seksual (P4S). Seminar tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi kepada mahasiswa mengenai bahaya LGBT dan HIV/AIDS dalam perspektif moral dan kesehatan Islami.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags