Persija Bungkam PSBS Biak, Tapi Mauricio Souza Masih Saja Cari Kekurangan
SLEMAN – Tiga poin penting berhasil dibawa pulang Persija Jakarta dari kandang PSBS Biak di pekan ke-28 Super League 2025-2026. Skor tipis 1-0, hasil kerja keras di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (18/4) lalu. Tapi, jangan kira kemenangan ini bikin pelatih Mauricio Souza sumringah. Justru sebaliknya, sang arsitek asal Brasil itu malah menyoroti sejumlah kelemahan, terutama di lini depan.
Macan Kemayoran sebenarnya langsung menancapkan taringnya lebih awal. Baru tujuh menit laga berjalan, Maxwell Souza sudah menggoyang jala gawang PSBS. Upan akurat Fabio Calonego jadi senjata ampuh. Gol cepat itu lantas jadi modal mereka untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Selepas unggul, Persija tampak disiplin. Mereka mengatur tempo, menjaga soliditas pertahanan, dan sesekali melancarkan serangan balik. PSBS sendiri tampak kesulitan menembus barisan belakang tamunya. Babak kedua pun berjalan dengan pola serupa: Persija mendominasi, menekan, tapi gagal menambah gol. Peluang-peluang tercipta, namun eksekusi akhirnya kerap mentah. Laga akhirnya benar-benar ditutup dengan skor 1-0 untuk kemenangan Persija.
Target meraih poin penuh di laga tandang ini jelas sudah tercapai. Tapi, bagi Mauricio, rasanya masih ada yang kurang.
Kritik Pedas Sang Pelatih: "Kurang Kreatif!"
Di ruang konferensi pers, aura Mauricio tak terlihat seperti pelatih yang timnya baru menang. Wajahnya serius. Pujian untuk kemenangan nyaris tak ada. Yang keluar justru evaluasi tajam untuk anak asuhnya.
“Ini pertandingan di mana cuma satu tim yang benar-benar bermain,” ujarnya blak-blakan.
Dia memberi apresiasi pada disiplin pertahanan PSBS yang menurutnya bermain bagus dengan kondisi yang ada. Namun begitu, fokus utamanya tetap pada performa Persija sendiri.
“Kita berusaha keras, tapi saya rasa kami kurang kreatif di sepertiga akhir lapangan,” cetusnya. “Kami sering sampai di depan kotak penalti, tapi pilihannya cuma satu: umpan silang melambung. Itu saja. Tidak ada variasi.”
Keputusan final para pemainnya di area berbahaya itulah yang jadi ganjalan baginya.
Poin Tercapai, Tapi Evaluasi Tetap Jalan
Mauricio mengakui, secara taktis timnya cukup bagus karena sama sekali tak memberi kesempatan bagi PSBS untuk membahayakan. Hanya saja, dia merasa di momen-momen tertentu, pemain Persija bisa mengambil keputusan yang lebih cerdas.
“Harusnya kami bisa temukan solusi yang lebih efektif,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, dia kembali menegaskan misi utama. Nada suaranya tegas, mencoba menutup pembahasan.
“Tujuan kami ke sini ya untuk ambil tiga poin. Dan itu sudah kami dapatkan.”
Poin memang aman. Tapi jelas, bagi Mauricio Souza, kemenangan saja tak pernah cukup. Ada standar yang harus terus dikejar, dan kritik untuk timnya adalah buktinya.
Artikel Terkait
Marc Marquez Buka Peluang Pensiun Dini dari MotoGP Usai Musim 2026
Kemenpora dan Kemendikbudristek Sinergi Perkuat Ekosistem Olahraga Kampus
Inter Milan Satu Langkah Lagi Pastikan Scudetto Usai Bungkam Cagliari
Allegri dan Manajemen Milan Bahas Strategi Transfer Musim Panas