Banding yang diajukan Leopard Racing atas diskualifikasi pembalapnya, Adrian Fernandez, resmi ditolak oleh FIM MotoGP Steward Panel, sebuah keputusan yang langsung mengubah peta persaingan klasemen Moto3 musim ini. Dengan ditolaknya banding tersebut, sanksi diskualifikasi yang mencakup enam seri pertama Grand Prix tetap berlaku, sekaligus mendorong pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, naik ke posisi ketiga klasemen sementara.
Sanksi berat itu menjangkau enam balapan awal musim, yakni GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, Spanyol, Prancis, dan Catalunya. Akar permasalahan terletak pada mesin motor yang digunakan Fernandez, yang setelah diperiksa dinyatakan telah dimodifikasi tanpa izin dan melanggar regulasi teknis Moto3. Leopard Racing sebelumnya telah mengajukan perlawanan atas hukuman tersebut, namun upaya itu kandas di tingkat banding.
Dalam dokumen resmi yang dirilis, panel banding FIM menegaskan bahwa permohonan Leopard Racing tidak dapat diterima. “Banding Leopard Racing tidak dapat diterima. Keputusan FIM MotoGP Steward tetap berlaku,” demikian bunyi pernyataan dalam dokumen tersebut. Meski begitu, tim asal Jerman itu masih memiliki satu opsi terakhir, yaitu mengajukan banding ke Mahkamah Banding Internasional (CAI) yang bermarkas di Kanton Vaud, Swiss.
Kronologi sanksi ini bermula dari pemeriksaan teknis yang dilakukan setelah GP Prancis. Direktur Teknis bersama laporan dari pabrikan mesin menemukan kejanggalan pada segel mesin milik Fernandez. Alih-alih mengikuti prosedur standar segel pabrikan, ditemukan segel yang tidak sesuai dengan aturan kabel pengaman. Verifikasi lebih lanjut mengindikasikan bahwa mesin tersebut diduga telah dibuka tanpa izin resmi, sehingga pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran serius sesuai Pasal 2.6.3.3.13(c).
Dampak dari diskualifikasi ini langsung terasa pada papan klasemen. Dengan dihapusnya poin Fernandez dari enam seri awal, Veda Ega Pratama yang membela Honda Team Asia kini bercokol di peringkat ketiga dengan koleksi 71 poin. Posisi ini sekaligus meningkatkan tekanan pada para pembalap papan atas, terutama Maximo Quiles yang masih kokoh di puncak dengan 145 poin dan Alvaro Carpe di posisi kedua dengan 95 poin.
Sementara itu, kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh tim di paddock Moto3. Setiap modifikasi teknis, sekecil apa pun, harus benar-benar sesuai dengan regulasi yang ditetapkan FIM. Bagi Adrian Fernandez dan Leopard Racing, kini seluruh perhatian tertuju pada peluang banding terakhir di CAI, sebuah langkah yang akan menentukan apakah mereka bisa mempertahankan poin yang telah hilang atau harus menerima kenyataan pahit ini hingga akhir musim.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Alami Kecelakaan di FP2 Moto3 Hungaria 2026, Pilih Pit untuk Evaluasi Motor
Banding Leopard Racing Ditolak, Adrian Fernandez Kehilangan Poen Enam Seri, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Ketiga Klasemen Moto3
Herdman Minta Timnas Indonesia Segera Lupakan Kemenangan atas Oman dan Fokus ke Laga Lawan Mozambik
Persija Dikaitkan dengan Eks Gelandang Chelsea dan AC Milan, Tiemoue Bakayoko