Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional dengan Nomor Berlaku Seumur Hidup

- Kamis, 23 Juli 2026 | 00:00 WIB
Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional dengan Nomor Berlaku Seumur Hidup

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) tengah menyiapkan perubahan besar dalam sistem paspor nasional. Ke depannya, hanya akan ada satu jenis paspor berbahan polikarbonat, dan setiap warga negara hanya memiliki satu nomor paspor yang berlaku seumur hidup.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko saat berkunjung ke iNews Media Group di Jakarta, Rabu (22/7/2026). Ia menjelaskan bahwa Menteri Imipas Agus Andrianto telah mencanangkan penyederhanaan paspor, baik dari sisi fisik maupun sistem identitas.

"Pak Menteri Agus Andrianto memang sudah mencanangkan untuk nanti kita menyederhanakan paspor. Jadi satu dari sisi fisik, kita nanti akan ada satu jenis paspor saja bentuknya polikarbonat, jadi kualitasnya lebih bagus dari yang ada pada saat ini," kata Hendarsam.

Selain penyederhanaan fisik, Ditjen Imigrasi juga menerapkan konsep single identity. Dengan sistem tersebut, nomor paspor tidak akan berubah meskipun pemilik mengganti buku paspor.

"Kemudian kita ada single identity untuk paspor. Jadi artinya setiap orang punya nomor paspor satu. Jadi setiap dia berganti paspor, buku paspor, nomornya tetap sama, tidak akan berubah seumur hidup. Jadi itu akan memudahkan juga buat imigrasi untuk mendata," ujarnya.

Hendarsam memastikan belum ada rencana menaikkan biaya pembuatan paspor. Pemerintah berkomitmen agar layanan paspor tetap terjangkau bagi masyarakat.

"Sampai sejauh ini tidak ada perubahan tentang masalah biaya. Jadi memang amanat dari Pak Presiden Prabowo sendiri dan Pak Menteri Agus juga sudah menyampaikan, kita harus memisahkan bahwa paspor memang konsumsinya untuk rakyat. Jadi kami sangat hati-hati untuk memberikan biaya yang tinggi kepada masyarakat karena kita tidak ingin memberatkan masyarakat," katanya.

Paspor baru akan menggunakan bahan polikarbonat hasil teknologi karya anak bangsa. Menurut Hendarsam, bahan ini memiliki kualitas lebih baik dengan harga lebih kompetitif.

"Harganya jauh lebih murah, jauh lebih berkualitas. Tentunya dengan proses pengadaan yang transparan, harga paling murah, kualitas paling bagus, itu yang kita utamakan," ujarnya.

Transformasi ini merupakan bagian dari upaya Ditjen Imigrasi meningkatkan kualitas pelayanan. Pemerintah juga telah membebaskan biaya paspor bagi pekerja migran Indonesia yang baru pertama kali berangkat ke luar negeri.

"Jadi kita tidak akan memberatkan masyarakat kita pada prinsipnya dan spiritnya seperti itu," ucapnya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags