PNBP Imigrasi Capai Rp6,5 Triliun, Ditopang Layanan Visa

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:48 WIB
PNBP Imigrasi Capai Rp6,5 Triliun, Ditopang Layanan Visa

Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp6,5 triliun hingga 10 Agustus 2026. Angka ini meningkat sekitar 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengungkapkan hal tersebut dalam acara media briefing di Gedung Dirjen Imigrasi Jakarta Selatan, Rabu (12/8).

"Per Agustus per 10 Agustus 2026 itu kita sudah PNBP kita sebesar Rp6.543.565.641.000. Jadi kurang lebih Rp6,5 triliun kita sudah menghasilkan PNBP. Ini kalau kita compare dengan bulan yang sama di tahun sebelumnya ini kita mengalami kenaikan 6,68 persen lebih tinggi," kata Hendarsam.

Hendarsam menyebutkan kontribusi terbesar berasal dari layanan visa, yang mencapai sekitar Rp3,592 triliun atau 54,9 persen dari total PNBP.

"Kontribusi terbesarnya itu yang pertama tentunya dari layanan visa itu sebesar 54,9 persen, jadi hampir 55 persen itu kita dari visa, jadi dari WNA itu sebesar kurang lebih Rp3,592 triliun," ujarnya.

Sementara itu, layanan paspor menyumbang sekitar 24,6 persen atau Rp1,6 triliun. Adapun layanan keimigrasian lainnya berkontribusi 20,5 persen atau sekitar Rp1,3 triliun.

Ditjen Imigrasi ditargetkan Kementerian Keuangan mencapai PNBP sebesar Rp8,519 triliun pada 2026. Dengan capaian hingga 10 Agustus, realisasi telah mencapai 76,81 persen dari target tersebut.

"Nah saat ini per Agustus itu kita sudah mencapai 76,81 persen. Jadi artinya kalau 76 ya sekitar 25 persen lagi," tutur Hendarsam.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags