PMI Asal Banten Disekap dan Gajinya Ditahan Majikan di Arab Saudi, Pemprov Berkoordinasi untuk Pemulangan

- Rabu, 22 Juli 2026 | 23:55 WIB
PMI Asal Banten Disekap dan Gajinya Ditahan Majikan di Arab Saudi, Pemprov Berkoordinasi untuk Pemulangan

Seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Ketileng, Teritih, Kota Serang, Banten, bernama Atilah, mengaku disekap dan gajinya ditahan oleh majikan di Arab Saudi. Video pengakuannya viral di media sosial, mendorong Pemerintah Provinsi Banten segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memulangkannya.

Dalam video yang beredar, Atilah tampak mengenakan kerudung dan berbicara dengan nada lirih di depan kamera. Air mata masih membasahi pipinya saat ia menceritakan perlakuan buruk yang dialami. "Saya ditahan sama majikan, saya disekap, sehingga tidak diperbolehkan pulang. Gaji saya juga ditahan," katanya, seperti tertuang dalam video yang dilihat pada Rabu (27/7/2026).

Atilah mengaku telah berada di Arab Saudi selama dua tahun tujuh bulan. Ia memohon pertolongan Gubernur Banten Andra Soni dan berharap segera dipulangkan. "Pak, bantu saya, tolong pulangkan saya, Pak. Saya lagi sakit, Pak. Sakit kelenjar, sekarang kelenjar saya kambuh, enggak ada yang bantu saya. Majikan saya enggak mau memulangkan," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Andra Soni langsung menggelar rapat koordinasi bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Banten, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Banten, serta Analis Hukum BP3MI Banten di Ruang Kerja Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang. Dalam rapat tersebut, Andra Soni meminta laporan terbaru kondisi Atilah sekaligus memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secepat mungkin.

"BP3MI dan Pemprov Banten segera berkoordinasi dengan KBRI agar persoalan yang dihadapi Ibu Atilah bisa segera ditindaklanjuti. Ini menjadi perhatian kita bersama karena ada warga Banten yang sedang menghadapi masalah di luar negeri," kata Andra Soni.

Kepala BP3MI Banten Wirawan Negara Harahap mengatakan pihaknya telah berkomitmen mengawal penanganan pengaduan Atilah hingga tuntas. Tim BP3MI juga telah mendatangi keluarga Atilah di Walantaka serta menjalin komunikasi langsung dengan yang bersangkutan. "Kami akan terus mengawal proses ini dan menyampaikan setiap perkembangan kepada Pak Gubernur," ujar Wirawan.

Menurutnya, komunikasi dengan Atilah sejauh ini dilakukan melalui WhatsApp. Informasi terakhir yang diterima menunjukkan keberadaannya di kawasan perbatasan Arab Saudi dan Kuwait. Namun, BP3MI masih melakukan verifikasi lokasi tersebut sebelum berkoordinasi lebih lanjut dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) melalui Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags