JAKARTA – Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dulu digagas Presiden AS Donald Trump dinilai sudah kehilangan relevansinya. Penilaian itu datang dari PDIP, yang menyoroti perkembangan terbaru di Timur Tengah pasca pecahnya konflik.
Menurut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, ada alasan spesifik di balik pendapat partainya. “Terkait keanggotaan Indonesia di dalam Board of Peace, setelah ditandatangani ternyata kemudian muncul aksi sepihak dari Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya.
Hasto menyampaikan hal itu di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
“Sehingga tentu hal tersebut menjadi tidak relevan lagi,” tegasnya, menambahkan penekanan pada kata ‘tentu’.
Di sisi lain, pandangan ini rupanya selaras dengan apa yang disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Megawati baru saja menjadi pembicara kunci dalam sebuah seminar nasional yang mengangkat tema relevansi Gerakan Asia Afrika di tengah krisis geopolitik sekarang. Acara itu digelar dalam rangka memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika, pada hari yang sama.
Dalam kesempatan itu, Megawati kembali menegaskan hal-hal fundamental tentang politik luar negeri bebas aktif.
“Politik ini tidak netral, politik ini berpihak,” kata Hasto, mengutip kembali pesan ketua umumnya.
“Berpihak kepada keadilan, kepada kemanusiaan, pada kesetaraan. Itulah yang diingatkan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri.”
Jadi, intinya jelas. Bagi PDIP, situasi sudah berubah. Aksi sepihak yang disebut-sebut telah membuat komitmen awal dalam BoP itu kehilangan makna, atau setidaknya, tak lagi sesuai dengan prinsip berpihak yang mereka pegang.
Artikel Terkait
Gol Bunuh Diri Zakaria Antar Lille Kalahkan Monaco, Perebutan Tiket Liga Champions Makin Ketat
Barcelona Kalahkan Real Madrid 2-0, Pastikan Gelar Juara LaLiga 2025/2026
Aprilia Cetak Sejarah di MotoGP Prancis 2026, Jorge Martin Juara dan Podium Tiga Bersih
Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Massal PPPK, Perpanjang Masa Transisi Batas Belanja Pegawai