PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) berencana menggalang dana hingga 900 juta dolar Amerika Serikat melalui penerbitan surat utang berdenominasi mata uang asing. Rencana aksi korporasi ini akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu maksimal 12 bulan setelah mendapatkan restu dari pemegang saham.
Persetujuan atas rencana penerbitan notes tersebut akan dimintakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juni 2026. Langkah ini menjadi salah satu strategi perusahaan dalam memperkuat struktur permodalan di tengah kebutuhan pendanaan yang terus berkembang.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (5/6/2026), transaksi ini masuk dalam kategori transaksi material. Sebab, nilai pokok penerbitan surat utang tersebut melebihi 50 persen dari total ekuitas perseroan. Meski demikian, perusahaan menegaskan bahwa notes akan ditawarkan kepada investor global yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan TBIG, sehingga transaksi ini tidak tergolong sebagai transaksi afiliasi.
Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan digunakan oleh perseroan maupun kelompok entitas anak. Penyaluran dana akan dilakukan melalui mekanisme pinjaman antarperusahaan dan penyertaan modal, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing entitas dalam grup. Sebagian dana juga akan dialokasikan untuk melunasi kewajiban utang yang akan jatuh tempo, serta melakukan pembayaran dipercepat atas sejumlah fasilitas pinjaman yang memungkinkan pelunasan lebih awal berdasarkan ketentuan perjanjian kredit.
Artikel Terkait
Mantan Kapolri Sutarman Jadi Komisaris Utama Bukalapak, Fokus Perkuat Keamanan Siber
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor di Tuban, Targetkan Kirim 450 Ribu Ton Semen ke AS pada 2026
Bank Mandiri Siapkan Dana Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Obligasi Hijau Jatuh Tempo Juli 2026
IHSG Menguat 7,38% dalam Sepekan, Saham Lapis Ketiga Justru Babak Belur