Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, mengambil langkah strategis dengan menunjuk salah satu putranya sebagai Menteri Luar Negeri dalam perombakan kabinet besar-besaran. Keputusan ini dinilai sebagai bagian dari persiapan regenerasi kepemimpinan di kesultanan kecil yang kaya akan cadangan minyak tersebut.
Pengumuman resmi mengenai perubahan susunan menteri ini disampaikan pada Kamis, 4 Juni 2026, waktu setempat. Perombakan tersebut merupakan yang pertama sejak tahun 2022 dan terjadi di tengah tekanan yang dihadapi Brunei akibat krisis energi global yang dipicu oleh konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Dalam siaran televisi yang disiarkan secara nasional, Sultan Bolkiah menegaskan bahwa dirinya tetap memegang kendali atas sejumlah portofolio strategis. Ia masih menjabat sebagai Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan.
Sementara itu, putra keduanya, Pangeran Abdul Malik, untuk pertama kalinya dipercaya mengisi jabatan kabinet sebagai Menteri pada Kantor Perdana Menteri. Di sisi lain, putra keempat Sultan, Pangeran Abdul Mateen, yang dikenal luas di media sosial, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Luar Negeri. Posisi tersebut sebelumnya langsung dipegang oleh Sultan Bolkiah sendiri.
Putra mahkota, Al-Muhtadee Billah, tetap mempertahankan posisinya sebagai Menteri Senior pada Kantor Perdana Menteri. Dalam pernyataannya, Sultan Bolkiah mengungkapkan bahwa penunjukan putra-putranya didasarkan pada pertimbangan atas “kecenderungan dan pengalaman awal mereka dalam sistem administrasi pemerintahan.”
Artikel Terkait
Menteri Nusron Serahkan 1.032 Sertifikat Tanah Wakaf dan Hak Milik, Targetkan Sertifikasi Tuntas 2028
Truk Tangki BBM Terbakar Hebat di Tol Cipali Usai Tabrakan, Lalu Lintas Macet 5 Kilometer
Menkeu Sebut Pelemahan IHSG dan Rupiah Akibat Persepsi Negatif, Bukan Fundamental Ekonomi
Mobil Damkar Tertimpa Balok Beton Gedung Dinas LH di Jakarta Timur, Satu Petugas Luka