Industri air minum dalam kemasan (AMDK) sudah jadi bagian keseharian kita. Dari sekadar memenuhi kebutuhan air minum yang aman, ternyata sektor ini punya peran ekonomi yang cukup signifikan. Bayangkan, ada 707 pabrik yang tersebar di tanah air dengan total kapasitas produksi mencapai 47 miliar liter per tahun. Angka investasinya pun tak main-main: Rp 27,8 triliun.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan hal ini dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/4/2026).
“Industri AMDK punya peran ganda. Selain menjaga ketersediaan air minum aman, ia juga memberi kontribusi nyata buat perekonomian nasional. Makanya, pengembangannya harus terus didorong, tapi dengan prinsip keberlanjutan dan patuh regulasi,” ujarnya.
Lalu, dari mana sumber air sebanyak itu? Rinciannya begini: industri ini menggunakan air permukaan sekitar 7,09 miliar liter, air tanah 41,08 miliar liter, dan sekitar 6,93 miliar liter lagi diperoleh dari perusahaan penyedia air. Totalnya, 55,1 miliar liter per tahun.
Menurut Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, pemanfaatan air tanah termasuk yang dari penyedia oleh industri AMDK mencapai 48,01 miliar liter per tahun. Kalau dikonversi, itu setara 0,048 miliar meter kubik.
“Angka ini kira-kira hanya 0,23 persen dari kapasitas air tanah pada akuifer tertekan di Indonesia,” jelas Ardika. Jadi, porsinya relatif kecil dibanding total ketersediaan.
Di sisi lain, operasional mereka tak lepas dari pengawasan ketat. Industri AMDK berjalan dengan mengacu pada UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan sejumlah aturan turunannya. Produknya sendiri masuk dalam skema SNI Wajib, dengan pengawasan berkala oleh Lembaga Sertifikasi Produk melalui sistem e-Wasdal. Intinya, ada mekanisme untuk memastikan semuanya berjalan sesuai aturan.
Jadi, selain menyediakan air kemasan yang kita minum sehari-hari, industri ini juga menyerap tenaga kerja dan memperkuat jaringan distribusi. Sebuah sektor yang, meski sering dianggap biasa saja, ternyata punya dampak yang cukup luas.
Artikel Terkait
Uber Siapkan Rp170 Triliun untuk Percepatan Layanan Taksi Otonom
Gelombang Pertama 322 Petugas Haji Diberangkatkan ke Madinah
PSIM Yogyakarta Terpaksa Main di Bali Tanpa Penonton Lawan Persija
PM Anwar Konfirmasi Negosiasi Petronas dengan Rusia untuk Jamin Pasokan Minyak