Ronaldo Cetak Sejarah: Gol di Enam Edisi Piala Dunia Berbeda

- Rabu, 24 Juni 2026 | 01:00 WIB
Ronaldo Cetak Sejarah: Gol di Enam Edisi Piala Dunia Berbeda

Cristiano Ronaldo kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia. Pada laga babak grup Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Uzbekistan, Rabu (24/6/2026), ia mencetak gol cepat pada menit keenam yang tidak hanya membawa Portugal unggul, tetapi juga mengukuhkannya sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di enam edisi Piala Dunia berbeda.

Gol tersebut tercipta dari skema serangan cepat yang dibangun Portugal sejak menit awal. João Cancelo, yang naik membantu serangan dari sisi kanan, melepaskan umpan silang akurat ke kotak penalti Uzbekistan. Bola itu memecah konsentrasi lini belakang lawan, dan Ronaldo yang berada di posisi ideal tanpa kawalan ketat langsung menyambarnya dengan penyelesaian cepat. Kiper Uzbekistan tak mampu mengantisipasi tembakan tersebut.

Dengan torehan ini, Ronaldo resmi menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol di enam edisi Piala Dunia: 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026. Catatan ini menegaskan konsistensinya di level tertinggi sepak bola dunia selama lebih dari dua dekade, sekaligus memperpanjang daftar rekor yang ia ukir di turnamen paling bergengsi tersebut.

Menariknya, gol bersejarah itu tercipta tepat pada menit keenam, menambah nuansa simbolis dalam pencapaian tersebut. Banyak penggemar menyebutnya sebagai momen “serba enam” yang memperkuat narasi ikonik dalam perjalanan karier Ronaldo. Selain itu, ia juga tercatat sebagai salah satu pemain dengan penampilan terbanyak di Piala Dunia, sejajar dengan legenda lain yang tampil di enam edisi turnamen berbeda.

Tambahan gol ke gawang Uzbekistan membuat koleksi gol Ronaldo di putaran final Piala Dunia saat ini mencapai sembilan gol. Catatan ini menegaskan ketajamannya yang tetap terjaga meski telah memasuki fase akhir kariernya.

Pencapaian ini kembali mempertegas status Ronaldo sebagai salah satu pemain paling konsisten dalam sejarah sepak bola modern. Dari debutnya pada 2006 hingga 2026, ia terus menjadi ancaman nyata di level tertinggi. Dengan rekor “serba enam” ini, Ronaldo kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar legenda, tetapi fenomena yang terus menulis ulang sejarah sepak bola dunia.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags