Likuiditas Nasional Tembus Rp10.415 Triliun pada Mei 2026, BI Catat Pertumbuhan M2 Melonjak 10,8 Persen

- Selasa, 23 Juni 2026 | 13:20 WIB
Likuiditas Nasional Tembus Rp10.415 Triliun pada Mei 2026, BI Catat Pertumbuhan M2 Melonjak 10,8 Persen

Likuiditas perekonomian Indonesia kembali mencatatkan ekspansi signifikan. Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas atau M2 mencapai Rp10.415,9 triliun pada Mei 2026, menandai pertumbuhan sebesar 10,8 persen secara tahunan.

Angka tersebut menunjukkan percepatan dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 9,2 persen secara tahunan. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa lonjakan ini didorong oleh dua komponen utama.

“Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 15,3 persen secara tahunan dan uang kuasi sebesar 6,0 persen secara tahunan,” ujarnya pada Selasa (23/6/2026).

Secara lebih rinci, peningkatan M2 pada Mei 2026 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit tercatat tumbuh 10,8 persen secara tahunan, meningkat dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 9,4 persen secara tahunan. Sebagai perbandingan, pada April 2026, pertumbuhan kredit mencapai 9,4 persen secara tahunan, lebih tinggi dari Maret 2026 yang hanya 8,9 persen secara tahunan.

Perlu dicatat, data kredit yang dilaporkan BI hanya mencakup pinjaman dalam bentuk loans. Instrumen keuangan lain seperti surat berharga, tagihan akseptasi, dan tagihan repo tidak termasuk dalam kategori ini. Selain itu, kredit yang diberikan oleh kantor bank umum di luar negeri serta kredit yang disalurkan kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk juga tidak diperhitungkan.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada Mei 2026 tumbuh 5,2 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 3,7 persen secara tahunan. Di sisi lain, uang primer atau M0 adjusted tercatat sebesar Rp2.214,6 triliun, tumbuh 14,2 persen secara tahunan. Angka ini sedikit melambat dari pertumbuhan April 2026 yang mencapai 14,3 persen secara tahunan.

Perkembangan M0 adjusted dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum di BI yang mencapai 17,4 persen secara tahunan dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,8 persen secara tahunan. Dalam laporannya, BI menyebutkan bahwa pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas sebagai bagian dari pengendalian moneter.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar