Surya Semesta Internusa Targetkan Pemulihan Kinerja 2026 Berkat Penjualan Lahan Industri Subang

- Rabu, 24 Juni 2026 | 16:15 WIB
Surya Semesta Internusa Targetkan Pemulihan Kinerja 2026 Berkat Penjualan Lahan Industri Subang

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membidik pemulihan kinerja pada tahun ini setelah mencatatkan rugi bersih sepanjang 2025. Penjualan lahan industri di Subang Metropolitan diharapkan menjadi motor utama pendapatan perseroan pada 2026.

Sepanjang tahun lalu, pendapatan Surya Internusa merosot 30 persen dari Rp6,3 triliun menjadi Rp4,4 triliun. Akibatnya, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp89 miliar, berbalik dari posisi laba Rp234 miliar pada 2024.

Melalui anak usaha PT Suryacipta Swadaya, perseroan mencatat penjualan lahan industri di Suryacipta Karawang dan Subang Metropolitan seluas 46,9 hektare (ha) senilai Rp899,4 miliar pada 2025. Angka ini anjlok 71 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 162,4 ha senilai Rp2,0 triliun. Penurunan tajam itu dipengaruhi oleh adanya transaksi penjualan one-off kepada BYD pada tahun sebelumnya.

Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk, Johannes Suriadjaja, menyatakan bahwa kinerja perseroan pada 2026 akan didorong oleh konversi penjualan pemasaran (marketing sales) yang kuat dari Subang Metropolitan.

"Hal ini didukung berlanjutnya pemulihan yang solid pada segmen perhotelan, seiring peningkatan kinerja operasional Paradisus by Melia Bali sejak resmi beroperasi pada Februari tahun ini," katanya dalam keterangan resmi, Rabu (24/6/2026).

Renovasi Paradisus by Melia Bali sepanjang 2025 memberikan dampak serius terhadap kinerja unit usaha perhotelan perseroan. Kontribusi hotel ini nihil, padahal pada periode Januari–Oktober 2024, hotel yang sama mencatat pendapatan Rp483,9 miliar.

Dengan tuntasnya proses renovasi, Paradisus by Melia Bali diharapkan kembali pulih dan mampu melampaui kinerja tahun 2024 serta 2023 yang mencapai Rp549,6 miliar.

Tanda-tanda perbaikan kinerja Surya Internusa sudah mulai terlihat pada awal 2026. Sepanjang kuartal I, perseroan mencatat pendapatan Rp1,45 triliun, tumbuh 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini ditopang oleh segmen properti yang melonjak 202,1 persen menjadi Rp494,9 miliar, serta segmen perhotelan yang tumbuh 59,2 persen menjadi Rp162,5 miliar. Angka-angka ini menandai kembalinya perseroan ke jalur pertumbuhan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar