BTN Buka Peluang Buyback Saham, Danantara Dukung Ciptakan Nilai bagi Pemegang Saham

- Rabu, 24 Juni 2026 | 14:50 WIB
BTN Buka Peluang Buyback Saham, Danantara Dukung Ciptakan Nilai bagi Pemegang Saham

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) membuka peluang untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback. Langkah ini diambil sejalan dengan dorongan Danantara untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham di tengah fundamental perusahaan yang dinilai solid.

Analis Bahana Sekuritas, Razqi M Kurniawan, menilai rencana pembelian aset tersebut berpotensi menciptakan nilai tambah signifikan bagi BTN tanpa menyebabkan dilusi terhadap pemegang saham. Menurutnya, akuisisi portofolio ini juga mampu menjawab sejumlah tantangan struktural yang dihadapi perseroan.

"Akuisisi portofolio tersebut juga dinilai mampu menjawab sejumlah tantangan struktural BTN melalui penambahan aset dengan yield lebih menarik, risiko kredit lebih terkendali, serta profil aset dengan durasi lebih pendek," tuturnya, Rabu (26/6/2026).

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menambahkan, opsi buyback akan diarahkan untuk mendukung kepemilikan saham bagi karyawan. Metode ini dipertimbangkan karena saat ini porsi saham publik di BBTN telah berada pada batas ketentuan minimum.

“Saat ini harga saham BBTN sudah cukup undervalued, sehingga kemungkinan yang bisa kami kaji adalah pembelian saham untuk kebutuhan program karyawan seperti bonus atau stock option. Saat ini belum masuk dalam Rencana Bisnis Bank [RBB], tetapi akan kami coba kaji untuk dimasukkan dalam revisi RBB,” kata dia.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai buyback merupakan aksi korporasi yang wajar, terutama ketika harga saham dinilai belum mencerminkan fundamental perusahaan.

Buyback itu sebenarnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu bisa menjadi pilihan. Daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi pada saham perusahaan sendiri apabila memang fundamentalnya kuat,” ujar Dony.

Menurut Dony, sejumlah perusahaan BUMN memiliki fundamental bisnis yang solid, termasuk sektor perbankan, pertambangan, infrastruktur, hingga pengembangan usaha lainnya. Perusahaan dengan fundamental baik, kata dia, memiliki potensi untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham.

Di sisi lain, BTN saat ini juga tengah memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan organik dan anorganik. Terbaru, perseroan tengah memproses pembelian portofolio aset dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan pada Senin (25/5), BTN telah menandatangani dua perjanjian pengalihan atas kredit pensiunan, kredit pra pensiunan, dan kredit karyawan aktif pegawai BUMN atau lembaga pemerintahan milik Bank SMBC Indonesia. Penandatanganan dilakukan pada 22 Mei 2026 melalui skema Conditional Portfolio Transfer Agreement (CPTA) dan Conditional Loan Asset Transfer Agreement (CLATA).

Dalam transaksi CPTA, BTN akan mengakuisisi portofolio pinjaman pensiunan dan pra-pensiunan dengan manfaat pensiun yang dikelola TASPEN dengan estimasi nilai sebesar Rp12,58 triliun. Sementara melalui transaksi CLATA, BTN akan mengakuisisi aset pinjaman terkait pensiunan ASABRI, dana pensiun lainnya, serta pinjaman karyawan aktif baik BUMN maupun lembaga pemerintahan dengan estimasi nilai sebesar Rp7,34 triliun.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar