Trump Serang Istri Berhijab Lawan Politiknya, Memicu Tuduhan Islamofobia

- Senin, 10 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Trump Serang Istri Berhijab Lawan Politiknya, Memicu Tuduhan Islamofobia

Mantan Presiden Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah melontarkan serangan pribadi terhadap pasangan calon senator Demokrat di Michigan, Abdul El-Sayed. Dalam unggahan larut malam di platform Truth Social, Trump menyandingkan foto dirinya bersama istri, Melania, dengan foto El-Sayed dan istrinya, Dr. Sarah Jukaku, yang mengenakan hijab, dengan keterangan: "Dua Amerika yang SANGAT BERBEDA."

Unggahan itu langsung menuai kecaman luas dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai tindakan Trump sebagai serangan Islamofobia yang disengaja, dengan menyoroti hijab istri El-Sayed sebagai pembeda. Para pengamat juga mencatat bahwa Trump semakin sering menyerang pasangan lawan politiknya secara langsung, sebuah langkah yang jarang terjadi dalam etika kampanye modern.

Salah satu respons paling tajam datang dari Christopher Hale, mantan staf Gedung Putih dan tim kampanye Obama. Dalam cuitannya di X, Hale membandingkan integritas kedua pasangan tersebut. "Trump berselingkuh dengan seorang bintang porno saat istri ketiganya sedang di rumah merawat bayi mereka yang baru lahir. El-Sayed menikahi kekasih masa kuliahnya pada usia 22 tahun. Saya memilih Amerika versi El-Sayed," tulisnya.

Komentar Hale merujuk pada skandal masa lalu Trump. Trump menikahi Melania pada Januari 2005, dan putra mereka, Barron, lahir pada 20 Maret 2006. Aktris film dewasa Stormy Daniels mengaku pernah berhubungan seksual dengan Trump pada Juli 2006, sekitar empat bulan setelah kelahiran Barron. Trump membantah perselingkuhan itu, namun pada Mei 2024 ia dinyatakan bersalah atas 34 dakwaan pemalsuan catatan bisnis terkait pembayaran uang tutup mulut kepada Daniels.

Sementara itu, El-Sayed menikahi Dr. Sarah Jukaku, kekasihnya sejak kuliah, saat ia berusia 22 tahun. Pernikahan mereka menjadi sorotan positif di tengah serangan Trump.

Tanggapan El-Sayed

Menanggapi serangan tersebut, El-Sayed tampil di CNN State of the Union dan membalas dengan menyoroti perbedaan gaya hidup kedua pasangan. Ia menekankan kehangatan dan kasih sayang dalam pernikahannya sendiri, sekaligus menyindir hubungan Trump. Meski demikian, El-Sayed tetap fokus pada visinya untuk Amerika, yang menurutnya berpusat pada isu-isu konkret seperti harga bahan makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, bukan perpecahan identitas.

Serangan Trump ini terjadi setelah El-Sayed memenangkan pemilihan pendahuluan Senat dari Partai Demokrat di Michigan melawan kandidat moderat Haley Stevens. Trump sebelumnya telah berulang kali menyebut El-Sayed sebagai "sosialis", "komunis", dan "pembenci Yahudi serta Israel". Jika terpilih pada November nanti, El-Sayed berpotensi menjadi Senator AS Muslim pertama, mengalahkan kandidat Republik Mike Rogers.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags