Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat investasi yang masuk ke IKN hingga saat ini mencapai Rp208,7 triliun. Angka tersebut terdiri atas investasi swasta sebesar Rp74,54 triliun dan proyek melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp134,22 triliun.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa pembangunan Nusantara saat ini didukung oleh berbagai skema pembiayaan. Selain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pendanaan juga berasal dari KPBU, investasi swasta, serta hibah.
"Estimasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU mencapai Rp134,22 triliun," demikian disampaikan OIKN dalam keterangan resminya, Sabtu (8/8/2026).
Basuki menegaskan bahwa OIKN terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia untuk memperkuat ekosistem pembangunan Nusantara. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung pengembangan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal," ujar Basuki.
Menurut Basuki, peluang kerja sama dengan daerah tidak hanya terbatas pada investasi. Kolaborasi juga dapat dilakukan dalam penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata.
Peluang tersebut turut dibahas dalam pertemuan OIKN dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif penjajakan kerja sama tersebut.
"Kami membangun Jawa Tengah secara kolaboratif dengan merangkul seluruh pemangku kepentingan, termasuk media, dunia usaha, dan berbagai elemen masyarakat," ujar Ahmad Luthfi.
OIKN berharap kerja sama dengan pemerintah daerah dapat memperluas basis investasi dan memperkuat konektivitas ekonomi antara Nusantara dengan berbagai wilayah di Indonesia. Kolaborasi tersebut juga diharapkan menciptakan manfaat ekonomi yang saling mendukung bagi pembangunan IKN dan daerah mitra.
Artikel Terkait
Jateng dan Kaltim Teken Kerja Sama Ekonomi Rp20,2 Triliun
Indonesia dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Investasi Lewat Nota Kesepahaman
PLN Butuh Investasi Rp 627 Triliun untuk Bangun PLTA 11,7 GW
Realisasi Investasi KEK Capai Rp32 Triliun hingga Semester I 2026, Serap 34.162 Tenaga Kerja