Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari berbagai provinsi mengunjungi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (21/8). Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu dihadiri oleh enam senator, termasuk Yulianus Henock dari Kalimantan Timur dan Arya Widakarna dari Bali.
Yulianus, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus ungkapan kebanggaan terhadap Jokowi. "Ini mengunjungi Presiden ke-7. Saya sebagai Ketua Umum Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, saya juga sebagai anggota DPD RI dari Kalimantan Timur merasa bangga melihat Jokowi tetap dalam kondisi sehat," ujarnya kepada awak media.
Dalam kesempatan itu, Yulianus mengapresiasi kinerja Jokowi selama memimpin, terutama dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan. Menurutnya, Jokowi hingga kini masih mendapat tempat di hati masyarakat. "Beliau orang yang baik, kami sangat banggakan, Ibu Kota Nusantara bisa ada di Kalimantan atas dukungan beliau. Jadi sekali lagi, Presiden ke-7 Republik Indonesia Jokowi tetap dicintai rakyat," kata dia.
Selain bersilaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi ajang diskusi mengenai pentingnya desentralisasi pembangunan. Yulianus menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya terpusat di Pulau Jawa, melainkan harus merata ke seluruh daerah. "Kalau masalah pembahasan di pedalaman, kami sebagai wakil-wakil rakyat di daerah tetap menginginkan adanya desentralisasi pembangunan ke depannya," ungkapnya.
Ia menilai masih banyak daerah yang tertinggal dan membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. "Pembangunan tetap harus berkiblat ke daerah. Daerah yang sekarang banyak mengalami kemunduran ke depan bisa lebih maju. Kondisi sekarang kami sebagai wakil rakyat dari daerah, ya senator, mempunyai keprihatinan bilamana pembangunan daerah itu kurang perhatian akan menyebabkan kemarahan daripada masyarakat daerah," pungkasnya.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Tak Menyesal Bantu Jokowi, tapi Sorot Perubahan Arah Kebijakan
Arya Widakarna Serahkan Tongkat Ganesha Bali ke Jokowi sebagai Simbol Estafet ke Gibran
Hakim Tolak Praperadilan Dokter Tifa, Sidang Ijazah Jokowi Lanjut
Jokowi Tegaskan Tak Mungkin Gigit Diri Sendiri dalam Pemberantasan Korupsi