Kemendag Lepas Ekspor Fabrikasi Baja Struktural ke Kanada Senilai Rp3,85 Miliar

- Rabu, 24 Juni 2026 | 02:15 WIB
Kemendag Lepas Ekspor Fabrikasi Baja Struktural ke Kanada Senilai Rp3,85 Miliar

Kementerian Perdagangan melepas ekspor produk fabrikasi baja struktural produksi PT Trimitra Fabrikasi Engineering (TFE) di Cilegon, Banten, pada Selasa (23/6/2026). Pengiriman ini merupakan bagian dari realisasi ekspor perusahaan ke Kanada dengan nilai mencapai USD216 ribu atau setara Rp3,85 miliar untuk periode Juni 2026.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, MURIANETWORK.COMini Puntodewi, yang hadir langsung di lokasi pabrik, memberikan apresiasi tinggi atas capaian PT TFE. Ia menilai keberhasilan ini membuktikan bahwa industri nasional mampu menghasilkan produk manufaktur berdaya saing global yang memenuhi standar internasional.

“Ekspor hari ini menunjukkan kemampuan PT TFE dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional dengan menjaga kualitas dan memenuhi standar global. Kemendag turut mendukung peningkatan kinerja ekspor produk-produk manufaktur bernilai tambah tinggi. Kami harap, pelepasan ekspor kali ini memotivasi lebih banyak pelaku usaha untuk semakin menggiatkan ekspor produk bernilai tambah,” ujar Puntodewi dalam keterangan resmi, Selasa (23/6).

Puntodewi menekankan bahwa fabrikasi baja struktural merupakan produk manufaktur dengan nilai tambah tinggi berkat proses rekayasa dan fabrikasi lanjutan. Langkah ini selaras dengan kebijakan hilirisasi nasional yang berfokus pada penguatan daya saing serta peningkatan kontribusi sektor manufaktur terhadap nilai ekspor Indonesia.

Merujuk pada data Januari–April 2026, ekspor nonmigas Indonesia tercatat menyentuh angka USD87,74 miliar, tumbuh 6,28 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Sektor besi dan baja sendiri menyumbang nilai sebesar USD9,61 miliar pada periode tersebut.

“Khusus produk fabrikasi baja struktural, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD39,68 juta pada Januari–April 2026. Komoditas tersebut juga mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 6,08 persen dalam lima tahun terakhir (2021–2025),” ungkap Puntodewi.

Sebagai gambaran, sepanjang 2025, total ekspor besi dan baja Indonesia mencapai USD29,76 miliar dengan tren peningkatan 5,61 persen dalam lima tahun terakhir. Momentum ini dimanfaatkan dengan optimal oleh PT TFE, yang sepanjang semester pertama 2026 telah mencatatkan nilai ekspor mencapai USD4,51 juta atau Rp77,53 miliar ke berbagai negara.

Untuk menjaga tren positif tersebut, Kemendag terus memberikan dukungan fasilitasi bagi pelaku usaha dalam memperluas jangkauan pasar internasional.

“PT TFE juga telah kami fasilitasi untuk memperluas akses pasar ke kawasan Eropa dan Amerika pada Maret 2026 lalu. Kami menghubungkan PT TFE dengan perwakilan perdagangan RI di kedua kawasan untuk memperluas akses pasar dan menjajaki peluang kerja sama dengan calon buyer potensial,” tutur Puntodewi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar